Bebas Biaya Untuk Yang Tidak `Ngocor` Airnya

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

Hal tersebut diungkapkan oleh Dahron Saleh SH Direktur Utama Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta MartaKota Yogyakarta saat melaporkan peningkatan pelayanan masyarakat yang pada masa-masa kemarau panjang selalu kesulitan mendapatkan air baku. PDAM Tirta Marta sendiri setelah mendapatkan arahan Walikota mengambil kebijakan antara lain membebaskan para pelanggan PDAM yang keran airnya sama sekali tidak me-ngocor-kan air. "Hal tersebut pernah terjadi pada bulan November dan Desember 2002 ada beberapa pelanggan yang kita bebaskan dari biaya langganan PDAM," tukas Dahron. Herry Zudianto Walikota Yogyakarta , meresmikan bak penampungan air yang digunakan sebagai persediaan air di musim kemarau yang tersebar di dua tempat yakni RT 06 RW 02 Kelurahan Bener kecamatan Tegalrejo dan RT 35 RW 09 Jogoyudan Kelurahan Gowongan Kecamatan Jetis. Peresmian kedua bak penampungan ini dipusatkan RT 06 RW 02 Kelurahan Bener, Rabu (26/5) siang.

Sedangkan untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau di tahun 2004 ini Pemkot Jogja melalui PDAM Tirta Marta telah membangun bak penampung yang ditempatkan di Kelurahan Bener yakni di halaman rumah Ibu Tik Sukarno dan kelurahan Gowongan. Dahron mengakui pelayanan PDAM belum seratus persen. Dikatakan pada kemarau panjang saat air minim PDAM Tirtamarta hanya baru melayani 76 persen seluruh pelanggan kota Jogja. Sehingga 24 persen lainnya masih belum bisa sempurna. "Untuk itu pengadaan bak penampungan ini dalam rangka upaya penanggulanngannya," ungkapnya.

Sementara itu, Walikota mengatakan bahwa penyediaan air untuk masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah. Karena itu merupakan bagian dari fasilitas dasar yang harus disediakan dalam rangka menjalankan kemasyarakatan. "Kalau di Kota Jogja tugas utamanya kita serahkan kepada PDAM Tirta Marta sebagai suatau badan usaha tetapi semuanya itu mengandung dua misi. Misi pertama bagaimana mampu menyediakan air untuk masyarakat Jogja dengan sebaik-baiknya. Sedangkan misi kedua, sebagai badan usaha harus mempunyai prinsip Usaha bisa berkembang untuk terus bisa memperbaiki fasilitas dengan cara memanage keuangan dengan baik," jelas Herry.

Lebih lanjut, Herry mengatakan penyediaan tandon bak penampungan ini merupakan implementasi dari misi pertama PDAM untuk menyediakan fasilitas air bersih bagi masyarakat. Selain itu fungsi sosial tetap diperhatikan, seperti pembebasan pembayaran langganan air bagi pelanggan PDAM yang tidak mendapatkan air sama sekali. "Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab dan konsekuensi timbal balik dari suatu Badan Usaha," ujarnya.

Walikota menambahkan pada tahun belakangan Pemkot Jogja sedang mencari sumber air baru karena semakin tahun semakin sedikit volume air yang diberikan ke konsumen. Untuk itu Pemkot Jogja mencari alternatif dengan mencari sumber air baru baik dari mata air yang murni atau air hasil penjernian dari sungai. Dalam hal ini Pemkot Jogja akan bekerja sama dengan Magelang, kabupaten Sleman dan Bantul.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini