Bugie Luncurkan Album Perdana "Yang Kurasa" di Planet Pyramid
SATU LAGI PENDATANG BARU DI BLANTIKA MUSIK KOTA JOGJA dengan album perdana "Yang Kurasa" karya Bugie yang tampaknya layak diacungi jempol. Album indie Bugie yang menawarkan 10 lagu dengan tema asmara, Sabtu (12/6) malam diluncurkan di Planet Pyramid, Jl. Parangtritis Km. 5,5 Yogyakarta. Acara yang dikemas segar dan menghibur tersebut, dipandu oleh MC kocak Yu Beruk dan Blangkon, serta dimeriahkan band pengiring Tropicana Band, Sexy Studio Dance dengan opening band Black Mask.
Tampaknya di tengah kesibukan sebagai anggota jajaran wakil rakyat untuk wilayah DIY (= DPRD DIY), Bugie demikian panggilan akrab Ir. Drs. Bugiakso, masih menyisihkan waktu untuk menyanyi. Album perdana ini merupakan hal yang mengejutkan bagi Bugie yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam dunia tarik suara. Berawal sebuah hobi menyanyi, kemudian Bugie menyalurkannya melalui even kesenian hingga akhirnya diperdalam di bangku kuliahnya di UPN dan UGM Yogyakarta tahun 80-an. Diawali di Senada (2002), Blass (2003) kemudian sempat gabung di Geronimo Country sekitar tahun 1985, bapak tiga anak ini mengaku belajar bermusik secara otodidak.
Album yang lahir atas dorongan keluarga dan teman-teman ini, sebagian ia ciptakan dan aransemen sendiri. Baginya kumpul dengan keluarga besar merupakan hal yang sangat membahagiakan, disitulah terbesit keinginan untuk rekaman dan membuat album, ungkapnya saat jumpa pers di Adem Ayem beberapa waktu sebelumnya. Di setiap acara Bugie selalu didaulat untuk bernyanyi, sehingga banyak lagu-lagu ciptaanya selalu dikonsumsi awal oleh keluarga besarnya. Album pertama ini cukup kental dengan nuansa Latin, Shufell, Country dan pop ini, dan dipengaruhi oleh karya-karya John Denver dan Simon and Art Garfunkel.
Album perdana yang tidak lepas dari dukungan musisi-musisi handal Jogja seperti Harry Goro Drum (Drummer KLA Project), Danny Bass, Dani Gitar, Tono Saxophone, Bungsu Perkusi ini, diproduksi oleh BQ (Be Que) Production. Dengan 10 ribu copy dalam tahap awal bentuk 5 ribu kaset dan 5 ribu CD, album ini mengalami proses mixing di White House Studio Yogyakarta, finishing dan mastering di Musica Studio Jakarta.
Dengan melibatkan Khoe Hok Laij sebagai mastering engineer (mastering operator), album Bugie ini baru diedarkan di wilayah Jogja saja, ungkap Rahmat Hidayat selaku produser. Meski album perdana baru saja diluncurkan, Bugie telah mempersiapkan album kedua dan ketiganya, bahkan 30 lagu telah ia siapkan.



Kirim Komentar