Gelaran WedAction #5 dengan Pemutaran Video Dokumentasi WedAction #1-4
KISAH SUKSES PERFORMANCEKLUB DAN KEDAI KEBUN FORUM dalam program WedAction terealisasi dalam empat nomor. WedAction #1, 2, 3, dan WedAction #4 yang digelar secara regular sejak 18 Februari 2004 lalu juga telah menjadi ajang festival internasional pada bulan Mei lalu. Even ini telah didukung oleh lebih banyak pihak termasuk di antaranya keterlibatan artis-artis manca negara, terbukti dengan perhatian publik yang tak pernah surut sejak awal diadakannya tak pernah sepi penonton.
Kini PerformanceKlub melanjutkan program tersebut dengan mengadakan acara "Pemutaran dan Diskusi Video Performance Art" dengan materi video nomor-nomor WedAction tersebut yang selama ini dokumentasinya dikerjakan oleh tim dokumentasi Yayasan Seni Cemeti. Sayang sekali, yayasan seni seperti Cemeti ternyata tidak mampu memberikan hasil dokumentasi yang baik. Video pertunjukan itu ditampilkan dalam keadaan gelap sehingga performance tak dapat ditangkap oleh audience. Seharusnya, pertunjukan di dalam ruang yang diadakan malam hari menggunakan fasilitas night-shoot yang memadai pada kamera.
Bertempat di Ruang Pameran Kedai Kebun Forum, Jl Tirtodipuran No 3 Yogyakarta 55143. Pemutaran Video yang merupakan Wed Action #5 digelar secara sederhana pada hari Rabu (16/06), pukul 19.00 WIB. Acara yang sempat molor 30 menit ini hanya dihadiri oleh para undangan teman-teman performer dan pecinta performer di Yogyakarta.
Beberapa seniman berkelas internasional yang pernah terlibat dalam program WedAction antara lain: Paisan Plienbangchang, Vichukorn Tangpaiboon (Bangkok, Thailand), Eric Letourneau (Quebec,Canada), Arai Sinichi (Tokyo,Jepang), Jill Mcdermid (USA), Lumenation featuring Jade Dewi (terdiri mahasiswa seni di Jogjakarta berasal dari Jepang, USA, Australia dan Indonesia), Yoyo Yogasmana, W. Christiawan (Bandung, Indonesia), Mella Jaarsma, Venzha, Arahmaiani, Yuswantoro Adi, Iwan Wijono (Jogjakarta, Indonesia), dan Mideo Cruz (Manila, Phillipina).
Dari acara tersebut diharapkan diperoleh gambaran tentang arah dan perkembangan praktik performance art sebagai media alternatif di dunia umum, Indonesia dan Yogyakarta secara khusus. Dari sana, kemudian siapa saja bisa menentukan langkah-langkah pengembangannya.



Kirim Komentar