"Paket Film Achternbusch" Diputar di KKF
KEDAI KEDAI FORUM BERSAMA GOETHE INSTITUT JAKARTA selama tiga hari berturut-turut (23-25/06), mengadakan pemutaran film "Paket Film Achternbusch". Film-film yang diputar gratis ini merupakan karya sineas Jerman, Herbert Achternbusch yang adalah sutradara, dramatikus, novelis dan pelukis. Achternbusch yang lahir pada tahun 1938 dan tinggal di Munchen, sampai sekarang adalah seniman yang terbuang dari masyarakat. Karya-karya filmnya tidak begitu dilirik oleh industri televisi dan tidak pula memperoleh dukungan dari organisasi penyedia dana.
Film-film Achternbusch merupakan karya seorang pendongeng yang mencoba membuat tata bahasa sendiri yang bebas, ungkapan sendiri dan khususnya gagasan sendiri tentang realisme, "Tak ada yang bisa mengatakan film-film yang saya buat adalah serampangan. Film-film itu memang tak biasa, bisa saja orang menolaknya, tapi tak seorangpun bisa mengatakan film-film itu dibuat sembarang jadi atau kontinuitasnya tidak benar. Sebagai sebuah film mereka sempurna. Bisa jadi tema-temanya menjadi lebih nekat, itu berkaitan dengan perkembangan atau tak berkembangnya film Jerman. Namun, tentu saja kami menguasai teknik pembuatannya, kalau dibandingkan dengan banyak pembuat film lainnya!"
Cerita dalam film-film Achternbusch selalu saja mengandung biografi yang tersembunyi dan tersamar dari sang seniman. Dengan memunculkan sisi biografinya dalam film-filmnya ia tergolong pengarang Romantik Jerman.
Dalam film-film Achternbusch, tidak ada batasan-batasan yang dapat dipercaya antara realitas dan impian. Cerita-ceritanya bermain di suatu negeri antah berantah, di mana yang hidup dan yang mati bertemu di satu dunia, dunia fiksi. Hidup dan mati tidak penting lagi, karena semua bisa hidup di kembali di atas layar. Bagi seorang yang sudah mati tidak ada masalah kembali dari Stalingrad untuk ikut campur tangan dalam urusan masa sekarang ("Heilt Hitler!"), dan mumi seorang ratu Mesir diperbolehkan melarikan diri dari Sarkopagus di museum dan berkeliaran di Munchen zaman sekarang ("I Know the Way to the Hofbrauhaus"). Film karya Achternbusch yang dibuat antara tahun 1970-1990an ini diputar keliling dunia seperti "The Andechs Feeling", "Perang Bir" (Bierkampf), "Sang Juara Olimpiade" (Die Olympiasiegerin), "Tempat Terakhir di Bumi" (Das Letzte Loch), "Hidup Hitler !" (Heilt Hitler!), dan "I Know the Way to the Hofbrauhaus".
Filmnya yang sejumlah 27 itu kebanyakan sulit dicerna. Kecenderungan sineas ini adalah menyimpang dari citra yang umum dilihat dalam film-film Hollywood dan pandangan konvensional tentang realisme yang lahir dari citra tersebut daripada oleh bentuk-bentuk dan struktur-struktur eksperimental film itu sendiri. Dalam film-filmnya tidak ada batasan-batasan yang dapat dipercaya antara realitas dan impian. Karena dalam dunia di mana segala sesuatunya merupakan ciptaan dan arahan, satu bagian darinya tak harus digambarkan sebagai realitas.



Kirim Komentar