Sujatmiko, Beda Bukan Berarti Tak Berpendirian

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

SUJATMIKO ADALAH SALAH SATU DARI BEBERAPA SENIMAN di Yogyakarta yang dalam berolah seni mempertahankan satu teknik kreatif distinctive (lain daripada yang lain -red) dan unik. Ia adopsi teknik penutupan kain dengan malam atas bidang yang tidak akan diwarnai dari teknik batik, untuk proses kerja melukisnya.

Namun, ia tidak memakai malam untuk menutup bidang yang tidak akan dikenai goresan cat atau warna, melainkan kertas yang dilemkan pada kanvas. Setelah digoresi cat dan dikeringkan, kanvas tersebut dibasahi air lagi untuk menghilangkan kertas dan lem. Demikian ia lakukan beberapa kali seperti proses buka-tutup kertas dan lem serta pengolesan cat seperti proses membatik. Dengan cara ini, Jatmiko --sapaan akrabnya-- bisa membuat garis-garis tajam untuk materi subyeknya yang simetris.

"Saya melihat konsepnya pak Jatmiko sedikit berbeda dari perupa yang lain dan setidaknya cara pembuatannya dengan teknik celup yang digunakan dalam membatik. Jadi ditutup dan dicelupkan air, dilakukan berulang-ulang dan ditambah dengan ornamen berupa garis-garis yang lurus atau lengkung," tukas Godod Sutejo kurator sekaligus pemilik Posnya Seni Godod yang digunakan oleh Sujatmiko melakukan pameran tunggal selama 15 hari. Jatmiko sendiri tahun depan akan menyiapkan sekitar 30 karya untuk dipamerkan di Bandung. Sedangkan untuk Posnya Seni Godod sebagai pameran tunggal pertama Jatmiko, ia tampilkan 13 karya yang dipersiapkan secara khusus.

"Pelukis itu tidak hanya ngobrol aja tapi terus berkarya sehingga dari hasil seninya itu ditampilkan. Selama ini, objek digambar atau dilukis untuk dilihat sendiri, kalau dipamerkan bisa dilihat orang banyak. Sehingga dari dirinya akan menambah spirit tertentu atau mejen sama sekali untuk tidak melukis sama sekali karena ada trauma atau ketakutan tersendiri. Kalau saya berharap tidak, Jatmiko punya mental yang cukup bagus. Sejak dulu dia melukis terus cuma jarang pameran," tukas Godod.

Tentunya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Jatmiko akan memberikan catatan tersendiri untuk terus maju dan mempertahankan eksistensinya dalam dunia lukis. Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan GudegNet mengenai tempat-tempat untuk pameran, Godod mengungkapkan bahwa tidak perlu ruang khusus. "Pameran itu tidak harus di galeri, tidak harus di tempat yang spesial karena pameran di rumah seperti ini nyatanya sangat menarik," imbuh Godod. Secara rinci Godod mengatakan bahwa sisi menarik terlihat dari suasana santai ngobrol dengan yang lain, suara anak-anak dengan aktivitasnya dan aktivitas rumah tangga lain sehingga memberikan arti tersendiri bagi yang berpameran maupun yang berusaha menikmati karya seni milik seseorang.

Pameran tunggalnya yang berlangsung hingga Sabtu (17/07) mendatang, bagi Jatmiko sendiri ngepaske dengan ulang tahunnya yang ke 44 pada tanggal 2 Juli 2004 lalu. Mengomentari karya-karya yang diusung oleh Jatmiko, Godod mengatakan bahwa Jatmiko mengangkat karya-karya yang simetris. "Ternyata sengaja mengangkat itu, kalau dilipat kanan dan kirinya sama. Ini mungkin salah satu ungkapan yang mungkin bisa dikatakan periodisasinya atau awal langkahnya. Jatmiko tidak takut untuk membuat sesuatu yang lain sehingga kreativitasnya itu berputar."

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini