Drawing Collaborationz DigitalArt oleh RepublicArt

Oleh : setya hadi nugroho / Senin, 00 0000 00:00

SEBUAH TREN GAYA HIDUP KAUM URBAN diangkat menjadi tema besar dalam pameran bertajuk "Drawing Collaborationz DigitalArt" (eksebhisi seni untuk masyarakat Urban Perasaan) di Gramedia, Jln Jend. Sudirman 54-56 Yogyakarta. Walaupun hanya berlangsung selama 5 hari (03-07/07), juga minim publikasi, nyatanya banyak saja peminat yang sekedar mengunjunginya.

Gaya hidup urban membawa perasaan individu pada nilai konkret dari timbulnya angan-angan, cita-cita serta mimpi untuk mengikuti gaya urban semakin runyam. Pengaruh urban telah mengantarkan media yang dimanfaatkan masyarakat sampai pada tingkat yang melebihi kewajaran, pada gaya hidup konsumtif. Media urban juga menempatkan individu pada arus modernisasi dalam bentuk TV, radio, computer, HP dan media lain. Media-media tersebut menjadi bekal utama dalam mencukupi kebutuhan hidup. Media-media urban mendekatkan dengan informasi, praktis berkomunikasi, kaya kreativitas bagi kaum kreatif dan mempercepat proses pekerjaan.

Adalah RepublicArt, sebuah komunitas yang merangkul beberapa individu dari disiplin seni rupa dan desain grafis serta bermaksud meng-agenda-kan beberapa kesenian antara lain pameran drawing dan digital art. Usianya-pun masih sangat muda, baru didirikan tanggal 3 Juli 2004 secara nyata dihitung dari hari pertama mereka berani berpameran. Mereka mempunyai visi dan misi yang sama yaitu mengembangkan karya seni drawing dan digital art di mana kedua unsur seni ini kurang dipedulikan seniman.

Saat ini anggota mereka baru 6 orang, yaitu Suwodo, Robeth N, Yusuf. MS untuk drawing dan untuk bagian digital art-nya adalah Loveisick, The Dhanank dan Aga Dilaga.

Aga Dilaga, seorang desainer grafis dari AKSERI menggabungkan beberapa teknik drawing, scan, browsing image, kolase, dan digital print dalam penyajiannya sehingga terasa lebih indah dalam mengejawantahkan idenya, baik dari pilihan warna maupun juga konsep. Karya-karyanya yang ditampilkan keseluruhan ada 5 karya yaitu "Audience with Love", "Tribute to yeh.. yeah..yeah..", "Venus Garden 1", "Rock is Hot" dan "Dalam Kemasan". “Sebagai seorang urban saya mengangkat episode cara pandang urban life style yang pernah dan masih saya konsumsi, untuk divisualkan dalam bentuk-bentuk karya digital art.” ujar Aga.

Suwodo (Dodo) yang masih tercatat sebagai mahasiswa UST Yogyakarta dan merupakan konseptor pameran ini juga unjuk gigi untuk beberapa karyanya yang masih terasa begitu absurd bagi awam. Hal ini karena gambar bentuk yang digaris-garis teratur dan begitu saja style-nya hingga terasa monoton dalam keenam karyanya seperti "Mediator", "Atas Kuasa Sang Kepala", "Operasional", "Terikat", "Detektif Tetap" dan yang terakhir "Dari kuping Kiri ke Kanan".

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini