Tugas Akhir "Pelajaran" Whendy Pentas di Societet

Oleh : Aqidah / Senin, 00 0000 00:00

TAK SEPERTI BIASANYA, sebuah pertunjukan teater mengemas acara sesuai dengan tema pertunjukan. Hal ini terlihat selama dua malam berturut-turut (7-8/07) di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta beberapa hari lalu dalam pertunjukan Pelajaran karya Eugene Ionesco yang disutradarai Whendy Shan Wong. Lobby ruang pertunjukan dipenuhi panitia yang menggunakan seragam sekolah, di depan mereka terpasang papan tulis hitam bertulis tanda peringatan sedang berlangsungnya ujian di ruang dalamnya, pameran foto bertema pelajaran, instalasi seni berupa kios-kios buku bahkan buklet yang dibagikan kepada penonton disusun dalam kotak menyerupai sebuah buku pelajaran yang tebal.

Pertunjukan dengan seting artistik yang digarap dengan serius ini hanya menampilkan tiga orang karakter yaitu Mahasiswa (Christin), Profesor (Dobleh), dan Pembantu (Euis). Diceritakan seorang mahasiswa datang kepada profesor untuk berkonsultasi menghadapi ujian doktoralnya. Mereka mulai belajar bersama dan ketika mahasiswa menemui kesulitan menangkap pelajaran yang diberikan, Profesor mulai emosi. Cerita berakhir dengan tewasnya sang mahasiswa.

Pertunjukan selama 90 menit ini mengandung banyak simbol absuditas dan proses pembelajaran indoktrinasi. Meski sedikit membosankan dengan plot yang tak banyak pergerakan pada alur ceritanya, toh kekuatan cerita tetap terletak pada proses penyutradaraan dan bagaimana mengarahkan aktor untuk mengolah dan mengeksplorasi diri dalam sebuah kemasan pertunjukan.

Ketua Jurusan Teater FSP ISI dalam sambutannya mengatakan bahwa sangatlah tepat mengambil tema ini karena keseuaian antara tema, tokoh dan atmosfir akan selalu aktual. Ada pula pesan dibalik drama ini bahwa mahasiswa seharusnya dapat menarik pelajaran dan diharapkan tidak terhina hanya dengan menjadi sarjana gadungan yang roboh dengan segala perhitungan yang dibalut bahasa pepesan kosong belaka. Properti yang ditampilkan di atas stage juga terkesan minimalis tetapi fungsional hanya dengan meletakkan kursi dan meja.

Whendy yang berasal dari Sumatra Barat ini telah sering mementaskan beberapa lakon-lakon teater di Jambi, Pekanbaru, dan Padang. Selain itu dari tahun 1997 hingga kini ia aktif pula dalam film-film indi. Salah satunya telah pula masuk sepuluh besar FFII SCTV dan Jifest 2001. Ia terlibat pula dalam film layar lebar "Marsinah" karya Slamet Rahardjo. Aktivitas terkininya adalah pentas "Orang-Orang Yang Bergegas" bersama AKY garapan Landung Simatupang dan Puthut Bukhori.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini