Gathering Bagi Para Pecinta Mode ala E-LITE Boutiq
E-LITE BOUTIQ BEKERJASAMA DENGAN YUNIKA PRODUCTION, bersama-sama untuk melakukan gathering bagi para pecinta mode utamanya mode Asia. Gagasan tersebut muncul ketika bangsa Asia sudah memiliki selera mode yang tinggi dengan tingkat perkembangan yang cepat. Mode-mode yang masuk ke Indonesia sendiri banyak berasal dari beberapa negara Asia seperti Hongkong, Singapura dan Bangladesh.
Saat ditemui GudegNet (20/07) siang di Omah Dhuwur Kotagedhe, Bayu yang mewakili kedua penyelenggara tersebut mengungkapkan pihaknya memang sengaja membuat acara yang bersifat mengumpulkan banyak orang atas satu tujuan. Sehingga menjadi suatu yang berbeda ketika orang datang untuk memperbincangkan perkembangan mode sekaligus dapat membeli mode yang diperagakan oleh para model yang berjalan di atas catwalk secara bergantian.
Dalam acara tersebut juga dilakukan Catwalk dengan mengusung 200 potong pakaian dengan mempercayakan peragawatinya kepada Danar Studio. 20 model secara bergantian berjalan di atas catwalk dengan berbagai macam brand yang ada dapat pula langsung dipesan oleh peserta gathering yang ingin membeli. Bayu menegaskan bahwa siapa cepat maka itu yang dapat. Tiap busana yang ditawarkan memiliki harga berkisar antara Rp 250 ribu hingga mencapai Rp 1,5 juta. Acara yang akan digelar pada Sabtu (31/7) malam di Hotel Quality Yogyakarta dengan mengangkat tema "Two Souls" tersebut, jauh-jauh hari memang sudah mendapat respon dari para pecinta mode.
"E-LITE Boutiq memang sengaja tidak menampilkan desainernya siapa tapi lebih mengangkat label atau brand yang ada. Tema "Two Souls" itu, pakaian itu sudah punya jiwa dan diharapkan dengan ini akan menyatu dengan jiwa yang dimiliki oleh pemakainya," ungkap Bayu. Dengan mematok segmen pasar yang akan dicapai antara 18-40 tahun tersebut, E-LITE Boutiq tidak merasa riskan dengan jumlah buyer yang ada. Menjawab pertanyaan mengenai mode yang berkiblat pada mode Asia, Emy Pusparyati Marketing E-LITE mengungkapkan bahwa mode di Paris memang bagus dan mewah namun harganya masih terlalu mahal jika untuk konsumsi orang-orang Asia.
Yogyakarta sendiri memang prosentasi pecinta mode tidak sepektakuler yang ada di beberapa kota seperti Surabaya, Bandung, Solo, Magelang dan Semarang. E-LITE Boutiq baru berusia 2 tahun yang sebelumnya bernama Tessa Collection selama dua tahun sebelumnya. Ina Nugraheni mantan model sekaligus owner dari E-LITE Boutiq memberanikan diri untuk mengumpulkan berbagai mode dari Asia karena melihat perkembangan mode di Indonesia maju dengan pesat walau kurang signifikan. Bayu juga menegaskan bahwa memberikan wadah tersendiri bagi para pecinta mode melalui acara gathering menjadi salah satu media untuk mengukur perkembangan mode di beberapa kota sentral di Indonesia, khususnya Jawa.



Kirim Komentar