Beberapa Pedagang Alun-Alun Selatan Miliki Bungker

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

PENEMUAN BUNGKER MILIK PEDAGANG DI ALUN-ALUN SELATAN, Selasa (20/07) malam terjadi ketika dilakukan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Camat dan Lurah Kraton serta Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Syukri Fadholi Wakil Walikota Yogyakarta, saat ditemui di sela-sela sidak, mengungkapkan bahwa Pemkot Yogyakarta berkeinginan dalam aktvitas perekenomian yang dijalankan pedagang khususnya yang berada di Alun-Alun Selatan jangan sampai mengganggu kepentingan lain.

Dalam proses sidak tersebut, ditemukan bungker yang dimiliki oleh para pedagang yang menempel di sekitar dinding yang mengintari Alun-alun Selatan. Ketika dilakukan proses pembongkaran ternyata bungker yang terbuat dari berbagai macam barang seperti kotak, tong aspal hingga bilik-bilik kecil yang berfungsi untuk menyimpan barang-barang klitikan setelah selesai berjualan. Penemuan bungker tersebut membuat terkejut pedagang yang memilikinya dan tidak berkutik pada saat di sita dan diangkut dalam mobil SATPOL PP untuk diproses lebih lanjut.

Melihat kondisi tersebut, Syukri berdialog dengan pedagang dan menghimbau untuk tidak berjualan di trotoar, memarkir kendaraan di badan jalan, membuang sampah pada tempatnya dan tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan Pemkot. "Wonten bak sampah mboten bu? Supaya dagangannya bersih, panjenengan harus siapkan bak sampah biar kulit jagung dan sisa makanan jangan bertebaran kemana-mana," ungkapnya pada salah satu pedagang jagung dan roti bakar. Pedagang yang disapa hanya tersenyum dengan kecut dan manggut-manggut karena memang ketangkap basah membiarkan kulit jagung berserakan.

Jika pedagang tidak mengindahkan ketertiban dan kebersihan lingkungan sekitar, maka proses hukum akan dilakukan. "Sehingga pembinaan-pembinaan hukum seiring dengan proses membudayakan ketertiban. Pemkot juga telah menyiapkan bagaimana PKL di sepanjang Malioboro merubah penampilannya, pada saatnya nanti PKL untuk menutupi dagangannya saat hujan tidak boleh menggunakan tenda. Untuk itu, desainnya sedang kita persiapan sedemikian rupa sehingga saat mereka berjualan tidak menggunakan tenda untuk menutupi hujan dan panas, juga sifatnya dapat ditarik mundur dari Malioboro," lanjutnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini