Menpan Sewot, PNS Kurang Pendidikan Perilaku
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA (MENPAN) PUN SEWOT MELIHAT PEGAWAI PEMERINTAHAN yang tidak menghargai forum bersama dan tidak mampu bersikap semestinya. Feisal Tamim memperlihatkan wajah yang kurang senang ketika mendengar suara dering handphone yang terus berbunyi selama forum tersebut, seakan saling bersahutan dalam peluncuran hotline Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerjasama dengan PT Telkom dengan nomor 290274 untuk provider Flexi.
"Saudara punya handphone silahkan, tapi jangan digunakan waktu kita berada dalam forum di mana kita harus mendengarkan uraian. Kita harus melepaskan kepentingan lain kalau memang sudah mau berada di tempat itu. Sedikit manfaatnya apabila seseorang atau kita yang sudah siap di suatu pertemuan yang apapun sifatnya diantara kita, kedua belah pihak tidak memberikan sesuatu yang terbaik dalam sikap dan perilaku," tukasnya.
Hal tersebut diungkapkannya dalam sambutan acara "Launching Call Center" Pemkot Yogyakarta di Kompleks Balaikota Yogyakarta Kamis (29/07) pagi. Walaupun sambutan tersebut mendapatkan tepuk tangan meriah dari para PNS, namun ekspresi raut wajah mereka kecut. Sindiran tersebut mungkin merupakan tamparan telak bagi para PNS yang begitu getolnya dengan teknologi yang mereka miliki.
Yang menjadi kritikan kedua dari Feisal adalah usaha untuk tetap hemat, tidak bertele-tele dan langsung mengarah pada orientasi yang efisien serta efektif. "Kalau berpidato dan menyampaikan sesuatu di mimbar, kita menyebutkan yang terhormat kepada siapa saja dan banyak sekali, itu makan waktu. Semuanya disebut dan yang tidak datang juga disebut, itu memang kebiasaan kita dan susah untuk dirubah. Itu sudah buang waktu lima menit sendiri, lalu saya tanya kenapa harus nyebut banyak sekali," tuturnya.
Yang menjadi soal bagi Feisal lebih pada penyebutan penghormatan kepada orang lain namun yang disebut tidak hadir. "Yang paling aman itu bilang para hadirin yang saya muliakan. Berarti mulia semua dari yang sini sampai yang sana, terutama mulia di mata Tuhan-lah," tegasnya. Menurut Feisal, orang Barat pun hanya menggunakan ladies and gentleman dan urusannya selesai, tinggal masuk pada pokok bahasan.



Kirim Komentar