Makna Persahabatan dengan Dolly dalam "Dolly In Memoriam"
KEMATIAN MAMPU MEMUTUSKAN JALINAN PERSAHABATAN namun tak mampu menghapus makna yang pernah ada. Arti persahabatan pun menjadi semakin bermakna dengan upaya mengenang. Rupanya hal itulah yang dilakukan oleh komunitas fotografi Hidden Camera Club (HCC) di Jln Pierre Tendean, Gg Nakula 4 Yogyakarta lewat sebuah pameran fotografi bertajuk "Dolly In Memoriam" di Griya KR, Jln Mangkubumi 42 Yogyakarta.
Untuk mengenang seorang sahabat sejati sekaligus salah satu pendiri HCC, Dolly yang meninggal 5 Mei 2004 lalu, komunitas yang beranggotakan 9 fotografer yaitu Tyas Ageng S, Firdaus, Weldian Cicana, Arika, Bambang, Bayu, Heri, Toni Winarto, Yusuf Qiqi, dan almarhum Dolly sendiri menggelar 50-an karya foto selama lima hari (27-31/07) dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Dolly yang menjadi pionner terbentuknya komunitas pada 27 Juli 2003 lalu, bagi anggota lainnya merupakan teman terbaik yang pernah mereka miliki. Dolly banyak menyumbangkan karya dan ide-ide brilian yang sangat berharga bagi keberadaan komunitas serta bagi diri Tyas dan kawan-kawannya. Karena itulah, lewat pameran kali kedua di Griya KR tersebut mereka ingin memberikan penghormatan terakhir bagi Dolly atas semua hal yang telah dilakukannya bagi komunitas tersebut.
Almarhum Dolly sendiri dalam pameran tersebut menyumbang 2 karya berjudul "Live Music" dan "Timang". Karya-karya yang ditampilkan menggambarkan kehidupan keseharian manusia khas bidikan mereka yang suka mengambil tema-tema seputar human interest, semisal orang-orang berbusana Jawa yang sedang naik motor Vespa, para penambang pasir yang sedang bekerja keras, anak-anak yang sedang terlelap tidur dan lain sebagainya.
Lewat pameran itu pula, para anggota komunitas memberikan kesempatan pada pengunjung untuk beramal atau berinfaq. Hasilnya akan disumbangkan ke Rumah Singgah Kuncup Mekar yang terletak di Jln Magelang. Diharapkan infaq tersebut sedikit banyak dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu.



Kirim Komentar