Lama Tinggal Wisatawan di Yogyakarta Meningkat
KENDATI SUHU POLITIK INDONESIA MASIH TINGGI, tingkat kunjungan dan lama hunian wisatawan di Yogyakarta tidak menyurut. Bahkan semakin meningkat. Dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat hunian hotel di Yogyakarta rata-rata 1,8 hari, sekarang menjadi rata-rata 2 hari. Kondisi tersebut menjadikan suasana Kota Yogyakarta kondusif mendorong untuk wisatawan domestik untuk datang lebih sering dan bertahan lama. Hal tersebut diungkapkan oleh Drs F Kaswanto saat ditemui GudegNet Senin (02/08) pagi.
Faktor pendorong wisatawan memilih kunjungan wisata ke Yogyakarta, selain keamanan juga harga-harga yang ditawarkan relatif murah, seperti misalnya murahnya tarif hotel dibandingkan kota lain. "Akses yang mudah melalui udara setelah dibukanya bandara internasional sebanyak 40 lebih penerbangan setiap harinya, kereta api dan bis. Di Yogyakarta juga banyak digelar even nasional dan internasionall," tambah Kaswanto.
Menyinggung perhitungan lamanya tinggal wisatawan di Jogja, menurut Kaswanto, hal tersebut ada rumusnya dan masing-masing hotel setiap bulan memberikan laporan kepada Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Parsenibud) dengan mengacu rumus yang diberikan. "Perhitungan rumus tersendiri dihitung dari jumlah kamar yang ada dibagi dengan jumlah tamu sehingga ketemu angka," ucapnya. Untuk wisatawan nusantara terhitung 1,5 juta orang dari target tahun 2003 lalu sebesar 1,3 juta wisatawan.
Sedangkan untuk wisatawan mancanegara memang tidak secerah tahun tahun 1997, Kaswanto mengungkapkan bahwa untuk tahun ini hanya sebesar 350 ribu orang yang mengunjungi Kota Yogyakarta. "Tapi ini memang lebih baik dari tahun sebelumnya, karena tahun-tahun sebelumnya banyak sekali kejadian-kejadian yang sangat merugikan dunia pariwisata seperti SARS, bom Bali hingga bom Marriot," jelasnya.
Pemilu tahun 2004 ini tidak begitu mempengaruhi jumlah wisatawan yang mengunjungi Kota Yogyakarta, walaupun sempat muncul travell warning dari negara beberapa negara untuk berpikir dua kali jika ingin mengunjungi Indonesia atau negara-negara yang berlokasi di Asia Tenggara.
"Hampir semua hotel telah penuh dengan wisatawan. Dan hotel berbintang justru banyak diserbu karena rate-nya relatif murah. Pada waktu big seasons dan long weekend, mereka justru menolak tamu." ujarnya. Muncul indikasi pula bahwa wisatawan lebih mencari kenyamanan, aman serta fasilitas yang bagus.



Kirim Komentar