Ada Masyarakat Yang Tak Peduli dengan Budaya Sendiri

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

RASA PEDULI DAN PENGETAHUAN YANG DIMILIKI OLEH MASYARAKAT TENTANG KOTANYA SENDIRI telah menjadi suatu keprihatinan sendiri, terutama menyangkut seni dan budaya yang ada. Hal tersebut diungkapkan oleh Fx Kaswanto Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Parsenibud) Kota Yogyakarta kepada GudegNet Jumat (6/08) pagi di kantornya. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Heru Kesowo (Pak Bina) yang ditemui secara terpisah.

Heru yang namanya menjelit melalui tayangan `mBangun Deso` tersebut mengatakan bahwa masyarakat sudah terlena oleh majunya teknologi yang ditawarkan belakangan ini. "Memang masyarakat menjadi lebih mudah untuk mendapatkan sajian atau informasi yang mereka butuhkan dalam waktu yang singkat, namun di balik itu menimbulkan kemanjaan untuk mengetahui kondisi yang ada di sekitarnya," ungkapnya. Lebih lanjut, Heru juga mengungkapkan bahwa rendahnya kepedulian tersebut juga memberikan dampak terhadap kesenian atau kebudayaan yang dimiliki oleh kotanya, utamanya di Yogyakarta.

Kondisi tersebut coba dibuktikan oleh GudegNet dengan menanyakan lokasi wisata yang ada di Kota Yogyakarta. Beberapa tidak mengetahui secara pasti letaknya dan hanya memberikan ancer-ancer yang kemudian diikuti oleh petunjuk untuk melontarkan pertanyaan yang berada di lokasi tersebut. Menjadi suatu keprihatinan sendiri ketika para tukang becak yang dikenal sebagai pemandu para wisatawan nusantara dan mancanegara yang mangkal di sepanjang Jln Malioboro hingga Jln A Yani juga ada yang tidak mengetahui lokasi Museum Benteng Vredeburg dan Taman Budaya Societet. "Wah nek niku kulo mboten ngertos, kulo niki mung niteni Kraton kaleh Taman Sari," tukas Redjo (35) warga Ngampilan.

Rekan-rekan yang lainnya juga mengatakan hal yang sama, tempat-tempat pertunjukan seni-budaya dan museum memang kurang mendapat perhatian dari para tukang becak. Mereka lebih memilih untuk memfokuskan diri pada tempat tujuan wisata yang mampu memberikan sesuap nasi bagi istri dan anak-anak mereka yang sudah menunggu di rumah.

Sehubungan dengan itu, pihak Parsenibud secara berkala mengadakan lomba mengenai pengetahuan seni dan budaya yang ada di Kota Yogyakarta. "Sebenarnya kegiatan ini tidak baru karena sudah dilaksanakan berkali-kali pada tahun sebelumnya dan materi yang digunakan dalam lomba salah satunya berasal dari selebaran atau buku panduan wisata Kota Yogyakarta," tambahnya.

Lomba akan diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMK dengan pertimbangan pengetahuan akademik yang lebih baik sehingga dapat mempromosikannya ke berbagai pihak secara tepat dan baik. "Pada tahun sebelumnya, peserta bisa menggambarkan Kota Yogyakarta dengan bahasa Inggris, itu saja sebetulnya sudah cukup membantu apalagi ditambah dengan keinginan mereka sendiri untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara agar terjadi komunikasi kedua arah dan dapat saling bertukar pengetahuan," tukasnya. Pertukaran pengetahuan itu dapat berupa tambah fasihnya pengetahuan mengenai bahasa asing bagi para pelajar juga membiasakan mereka untuk berinteraksi dengan dunia luar.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini