Lorong Pun Jadi Tempat Pameran "Transformasi"

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

PAMERAN LUKISAN YANG MENAMPILKAN 72 PERUPA memilih untuk memajang karya mereka di lorong hotel Hyatt Regency Yogyakata hingga ruang seminar UC UGM. Kedua tempat tersebut memang tidak biasanya untuk berpameran lukisan atau semacamnya bahkan jarang perupa memilih melakukan pameran di kedua tempat tersebut sebab pilihan galeri dan tempat pameran masih banyak bertebaran. Menjatuhkan pilihan pada kedua tempat tersebut memang ditopang oleh semangat bertransformasi oleh 72 perupa yang mencoba untuk membuka ruang refleksi baru.

Pameran dengan tajuk "Transformasi: Identitas-indentitas Peralihan" yang berlangsung sejak Selasa (3/08) lalu hingga Selasa (10/08) mendatang tersebut dibidani oleh Unit Seni Rupa UGM. Dian Wisnu Wardana Ketua Panitia Pameran mengungkapkan bahwa dengan adanya pameran lukisan tersebut dapat menjadi terobosan baru baik dunia seni rupa yang ada di UGM dengan dunia rupa secara umum.

"Tema tersebut dimaksudkan tidak hanya bermuara pada perbincangan murni seputar permasalahan kesenian namun juga sebuah upaya reflektif dari seniman untuk berinteraksi lebih intens dengan masyarakat. Itu bisa terlihat dengan pemilihan tempat berpameran yang tidak tersekat oleh ruang-ruang galeri," ucap AY Maharshi kurator pameran tersebut.

beberapa perupa yang tidak ingin ketinggalan dalam event yang tergolong langka ini diataranya Yayat Lesmana, Yaksa Agus, Wara Anindyah, Tulus Warsito, Tita Rubi, Syahrizal Koto, Syahrizal Pahlevi, Popok Tri Wahyudi, Operasi Rahman, Noor Ibrahim, Komroden Haro, Klowor Waldiyono, Katirin, Heri Dono, AB Dwiantoro, Agung Kurniawan, Edo Pop, Edhi Sunarso, Eko Nugroho, Entang Wiharso dan Hendro Suseno.

Beberapa karya perupa yang cukup menonjol dan banyak mendapat perhatian dari masyarakat yang meluangkan waktu untuk melihat pameran, salah satunya milik Heri Dono dengan judul lukisan "Indonesia Bloody HistorY" yang banyak mengulas warna merah berlumuran dan ditorehkan oleh sebuah senapan seperti hendak mengataka bagaimana sejarah hitam yang dimiliki oleh Indonesia hingga berdarah-darah. Instalasinya berupa rangkaian isntrumen elektronik dengan kombinasi lembaran-lembaran wayang yang dikemas secara menarik.

Perupa lain yang juga mendapatkan ruang bagi penikmatnya, yaitu Tita Rubi yang banyak berkutik pada pergerakan reformasi sehingga membuat suatu bangsa carut-marut tak tahu mana ujung dan pangkalnya. Seperti karya pada "Missing Silent 2" lebih mengulas pada selembar kopian daftar aktivis reformasi yang hilang diletakkan pada sudut jendela dengan penuh gelembung plastik berisi air bening yang didukung oleh patung miniatur dari lilin menyerupai janin yang masih menyatu dengan tali pusat.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini