1000 Anak Ekspresikan Kebahagiaan
KONDISI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK perlu mendapatkan perhatian dari para pendampingnya, baik orang tua, pegasuh maupun guru. Pemahaman kondisi tersebut memang membutuhkan waktu dan energi yang ekstra karena tidak sekedar materi namun juga perhatian non-materi. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Negara Pembedayaan Perempuan RI, Sri Rejeki pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Auditorium Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta pada Minggu (8/08) siang.
Dalam acara dengan tema "Ekspresi Bahagia Anak Indonesia" yang diikuti oleh 1000 anak lebih dari 25 perwakilan TK se-DIY, Sri Rejeki menambahkan, bahwa pemerintah mengakui eksistensi terhadap anak-anak sebagaimana yang tersurat dalam UUD pasal 25, antara lain bahwa setiap anak berhak untuk kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan perlindungan serta bebas dari kekerasan dan deskriminasi. Sri Rejeki berharap agar peran aktif pihak swasta, Pemda dan masyarakat akan sangat berarti dalam mewujudkan anak Indonesia yang sehat, tumbuh, berkembang, cerdas, berakhlak mulia dan terlindungi dari kekerasan.
Dalam acara tersebut tampil pula Marching Band Bahana Diptya Ceria yang dimainkan sekitar 40 anak-anak dari TK ABA Komplek Masjid Perak Kotagedhe, kompetisi coretan anak-anak di atas kain putih sepanjang 500 m serta karnaval kreatif dari beberapa TK. Dengan dipandu MC dari ibukota Dik Doang didampingi Gareng Rakasiwi.
Tampak hadir dalam acara itu, Dyah Suminar SE (Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta), Jenny Go (Ketua penyelenggara HAN). Dyah Suminar mengatakan bahwa masa emas anak merupakan masa pertumbuhan anak hingga umur 6 tahun sangat memerlukan stimulan positif yang mampu memberi rangsangan terhadap segala aspek pertumbuhan anak. "Bagi para pamong pendidik juga dituntut selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran pada masa emas ini dan dapat meningkatkan kepekaan sosial sejak dini pada anak melalui internalisasi nilai luhur," tambahnya.
Sebagai puncaknya, anak-anak menikmati hiburan yang dipersembahkan Kelompok Vokal Anak Marsudirini, penyanyi cilik Ketzia dari Yogyakarta dan artis cilik ibukota Melson serta hiburan sulap dan badut.



Kirim Komentar