Optimalkan Kemampuan melalui Latihan Brain Gym

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

Brain Gym (senam otak) merupakan rangkaian latihan gerak sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar dan tuntutan penyesuasian hidup sehari-hari. Adalah Educational Knowledge sebagai metode yang dikembangkan Paul Dennison yang lebih mengarah pada program khusus untuk memotivasi, menunjang dan mengaktifkan atau memaksakan dengan mengulang-ulang pengetahuan lain. Hal tersebut diungkapkan oleh Iskandar AM ST Ketua Panitia Seminar Brain Gym di Pendopo Wijilan pada Senin (9/08) pagi.

"Sebenarnya, konsep saya untuk kepikunan cuma karena saya pikir segmennya sempit dan saya rubah untuk umum. Saya melihat senam otak baru gencar-gencarnya dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk itu saya mengarahkan tema pada daya ingat yang berhubungan langsung dengan senam otak," tukasnya.

Menyinggung mengenai senam otak daripada senam fisik, Dani mengatakan bahwa senam fisik lebih banyak gerakan tubuh secara nyata dan fisik. "Senam otak benar-benar diarahkan ke otaknya sehingga senamnya itu lain dari yang lain. Senamnya benar-benar berpikir dan langsung ke otaknya, dia itu mensetarakan kemampuan kanan dan kiri otak," lanjutnya. Selama ini otak kiri yang selalu mendapatkan beban yang berat dalam kehidupan sehari-hari sehingga pada seminar tersebut diberikan cara-cara untuk mengembangkan dan menyeimbangkan masing-masing porsi secara optimal.

Dalam keseluruhan seminar tersebut mengupas otak secara keseluruhan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari. Seminar tersebut juga menampilkan sebagai pembicara antara lain Fx Cahyadi S ST (Ketua Brain Gym Yogyakarta) dan Y Agung Nugroho SE (Trainer Senior Maximum Recall).

Educational Knowledge memberikan jalan keluar dari pengalaman tidak berhasil dengan memakai seluruh otak melalui pembaharuan pola gerakan tertentu dan latihan Brain Gym. Kegiatan tersebut membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup dan terhambat.

Pada umumnya, otak bagian kiri bertanggung jawab untuk pergerakan bagian kanan tubuh dan sebaliknya. Dalam latihan Brain diaktifkan tiga dimensi otak, yaitu gerakan menyebrang garis tubuh, gerakan meningkatkan energi dan gerakan meregangkan otot. Pada gerakan menyebrang garis tubuh, kemampuan belajar paling tinggi apabila dua belah otak, dua mata dan dua telinga aktif bekerjasama dengan baik, juga gerak badan terkoordinasi dan seimbang.

Pada gerakan meningkatkan energi, latihan menyangkut mengatur benda-benda, berjalan dan berpikir tentang ujian. Dengan kondisi tersebut maka miliaran sel saraf kecil yang bernama Neuron akan melakukan hubungan elektromagnetis secara aktif agar jaringan telpon yang memberikan informasi daribadan ke otak dan sebaliknya berfungsi dengan baik. Sedangkan gerakan meregangkan otot lebih pada gerakan yang dilakukan agar otot rileks dan semangat belajar meningkat melalui mengitegrasikan pendengaran, penglihatan dan pendengaran.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini