Mempererat Persahabatan Indonesia Malaysia Lewat MAGER II
SEBUAH PERSAHABATAN MEMANG TAK MELIHAT SIAPA DAN DARI MANA ASALNYA. Persahabatan adalah sebuah hubungan yang dilandasi oleh kasih terus menerus tanpa peduli perbedaan apapun yang dipunyai oleh masing-masing. Begitupun dengan persahabatan yang terjalin pada diri empat orang seniman yang tergabung dalam kelompok seni rupa Gelaran Budaya Yogyakarta dengan kelompok seni Mata Hati dari Malaysia.
Hubungan baik yang telah terjalin karena sebuah program bertajuk Matahati Art Exchange Residency (MAGER), berupa kunjungan seniman Indonesia (Januri, Yaksa Agus, Agus Baqul Purnomo dan Eddy Sulistyo) ke negara tetangga kita tersebut beberapa bulan lalu, akhirnya dibalas oleh seniman-seniman Malaysia dengan berkunjungan ke Indonesia selama sebulan ini (8/8 hingga 6/9). Sembilan seniman Malaysia yang di negaranya mempunyai reputasi internasional tersebut, seperti Bayu Utomo Radjikin, Hamir Sohib Mohammed, Ahmad Shukri Mohammed, Masnoor Ramli dan Ahmad Fuad Oshman dari Mata Hati ditambah dengan seniman senior mereka Syaiful Razman, Ahmad Zuraimi, Ili Farhana Nurhayat dan Aisyah Baharuddin selama selama di Yogyakarta akan melakukan kegiatan-kegiatan serupa seperti yang telah dilakukan seniman kita di negara mereka.
Menurut Rain Rosidi yang mewakili Gelaran Budaya, tujuan diadakan kegiatan selama sebulan ini adalah untuk menjalin hubungan yang lebih baik antar komunitas seni rupa di kedua negara. "Proyek MAGER II mengambil ide mengenai antar aksi, yaitu mempertimbangkan aksi-aksi pada komunitas seni yang tumbuh di kedua kota," papar Rain Rosidi dalam pengantarnya beberapa waktu lalu di Soboman 219. Kegiatan yang rencananya diadakan di kota ini dan Magelang, diantaranya berupa kunjungan seni ke berbagai museum, galeri seni, ISI, serta ke kunjungan ke beberapa seniman di Yogyakarta, seperti Djoko Pekik dan lain sebagainya.
Selain itu, akan diselenggarakan pula kegiatan olehraga sepakbola dan kolaborasi serta pameran karya seni outdoor di Soboman (17-22 Agustus), di plataran Joko Pekik (23-29 Agustus), diskusi seni di beberapa situs budaya, seperti di SMSR (11/8), FSR ISI (21/8) dan Bentara Budaya Yogyakarta(23/8). Sedangkan pameran indoor akan diselenggarakan di Galeri PITOE pada September mendatang.
Hal senada diungkapkan Yaksa Agus sebagai koordinator acara yang berharap agar kegiatan yang merupakan inisiatif pribadi dari kedua belah pihak tersebut akan semakin mempererat hubungan persahabatan yang telah mereka bina selama ini. "Secara prinsip kegiatan ini sebagai bentuk nyata dalam menjalin hubungan persahabatan seni-budaya antar dua negara, Indonesia dan Malaysia," jelasnya.



Kirim Komentar