Kawasan Malioboro Rawan Pelecehan Seksual

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

TROTOAR SEMPIT DI SEPANJANG JALAN MALIOBORO - A YANII ternyata memberikan fenomena tersendiri bagi para wisatawan yang melintas di tempat tersebut. Salah satu fenomena yang muncul diantaranya berupa pelecehan seksual berupa godaan dengan mulut hingga men-towel pantat wanita cantik yang melintas.

Hal tersebut diakui oleh , Chang Wendrianto salah satu pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sosromenduran. kepada GudegNet pada Kamis (12/08) siang, Chang mengemukakan bahwa pelecehan seksual tersebut muncul karena kondisi jalan untuk lalu lintas antara dagangan Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan depan toko di kawasan Malioboro tersebut.

"Orang sekarang kalau mau masuk ke Malioboro seakan-akan sudah enggan karena sumpek dan belum lagi tangan-tangan nggrathil. Saya orang situ sehingga saya tahu persis, nanti kalau ada cewek cakep digoda dan pantatnya dipegang. Ya karena jalannya sempit," tukasnya.

Chang mengandaikan jika jalan yang disediakan lebih luas maka pelecehan seksual tersebut tidak mungkin terjadi. "Kalau jalannya sudah luas, jika tetap terjadi pelecehan seksual maka lain lagi persoalannya. Orang kalau sudah jemu dan asumsi yang muncul jelek jelas akan menggiring pariwisata kita ke ambang keruntuhan," lanjutnya. Selama ini, PKL kurang memenuhi kewajiban dalam arti tidak mengetahui secara pasti akibat dari tanah toko atau badan jalan yang digunakan untuk berjualan.

"Mereka sudah dipakai kesempatan untuk memakai tapi belebihan, misalnya menumpuk barang atau gelaran dagangannya terlalu tinggi di depan latar sehingga kasihan toko-toko tidak kelihatan dari jalan," imbuhnya. Penertiban tersebut, menurut Chang juga pada luas lahan tempat para PKL berjualan karena secara langsung mengurangi ruang bagi pejalan kaki untuk melewatinya.

Ketika ditanyakan mengenai kata `penggusuran` lebih kental ditelinga PKL dibanding dengan kata `penertiban`, Chang juga sempat keheranan dengan kondisi tersebut. Bagi Chang, konotasi penggusuran itu sudah jelek dan PKL tidak mau tahu dan `ngerti`-nya jika para Satpol PP datang, maka akan ada penggusuran. Berdasar data Chang, di Malioboro terdapat 600 PKL namun baru 18 PKL yang mengajukan izin jualan.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini