Gelar Karya Kriya Cinderamata "Ragam Hias Fungsional"

Oleh : Argo Jatmiko Mulyo / Senin, 00 0000 00:00

BUKAN HAL MUDAH UNTUK MENYIAPKAN PEKERJA SENI KRIYA yang memiliki keahlian dan wawasan di bidang kriya cinderamata. Lebih-lebih saat masyarakat sedang gencar-gencarnya menghadapi perubahan serta persaingan ketat yang terjadi di masyarakat global, di mana pengetahuan dan teknologi merupakan tuntutan yang harus dimiliki oleh mahasiswa jurusan seni. Tidak bisa dipungkiri pula bahwa untuk mencapai tujuan yang diinginkan, diperlukan sarana dan prasarana serta semangat belajar yang tangguh.

Demikian yang disampaikan Direktur Program Diploma III Kriya Cinderamata Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, M. Soehadji, dalam pembukaan pameran bertajuk Gelar Karya Tugas Akhir D3 Kriya Cinderamata Perdana "Ragam Hias Fungsional", yang resmi dibuka malam tadi (16/08) di Gedung Purna Budaya Yogyakarta.

Pameran yang digelar oleh 12 mahasiswa tersebut, merupakan hasil proses belajar mengajar yang mereka geluti selama tiga tahun. Pekriya tersebut diantaranya dua orang PS Keramik Bayu Endra S dan Sofie Andreyefana, kemudian lima PS Kayu M. Imron Saifudin, Iswanto, Moh. Mifhtahuddin AF, Dharmawan Yuni Satrio, Eko Winarno, dua PS Logam Sodikin Sodaris, Moh. Sobirin serta tiga PS Tekstil Sri Rejeki, Theresiana Dwita S, Istichla Zuniani.

Pameran yang dibuka oleh Rektor ISI I Made bandem malam tadi dibuka dengan performance Reog Ponorogo ISIYK serta fashion show yang dihadiri oleh ratusan pengunjung. Ditambahkan oleh Soehadji, kegiatan pameran semacam ini dapat digunakan sebagai ajang komunikasi antara mahasiswa dengan masyarakat luas sehingga terjadi interaksi yang dinamis untuk peningkatan wawasan mereka.

Selain itu kegiatan pameran tersebut juga mempunyai arti penting untuk melihat sejauh mana prestasi belajar dapat dicapai dan seberapa jauh kreatifitas serta kepekaan mereka dalam menjawab kebutuhan yang berkembang dimasyarakat melalu karya-karya yang disajikan dalam pameran tersebut. Melalui gelar karya ini, masyarakat dapat memberikan penilaian, seberapa jauhkan para mahasiswa jurusan seni kriya cinderamata ini memiliki kesiapan sebelum mereka terjun di masyarakat.

Hasil karya yang dipamerkan ke-12 mahasiswa tersebut banyak terinspirasi dari seni domestik dan flora-fauna. Seperti karya PS Keramik Sofie yang mengambil eksotik tubuh kupu-kupu sebagai aksesoris kamar mandi. PS Kayu Dharmawan yang terinspirasi dari ketertarikan bentuk keris yang memiliki nilai artistik dan khas kedaerahannya. Kemudian PS Kayu M. Imron, karyanya berawal dari pengalaman serta pengamatan visual pada kesenian Reog Ponorogo yang kemudian direalisasikan dalam kriya cinderamata.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini