Tuntutan Tak Dipenuhi, Pelajar SMUN 6 Yogya Mogok Belajar

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

SETELAH AKSI UNJUK RASA (18/08), SISWA SISWI SMUN 6 YOGYAKARTA, hari Kamis (20/08), mereka melanjutkan aksinya dengan mogok belajar. Pasalnya, aksi mogok mereka itu karena tuntutan terhadap pengurangan SPP sekolah tidak dipenuhi oleh pihak sekolah. Siswa dan siswi berada di halaman SMUN 6 Yogyakarta hanya duduk-duduk, tapi tidak masuk kelas meski telah waktunya untuk belajar. Kegiatan siswa dan siswi itu ada yang sedang bermain basket dan juga ada yang bermain tarik tambang dan lainnya.

Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar di SMUN 6 ini tidak bisa berjalan normal. Meski begitu ada sebagian siswa dan siswi yang berada di dalam kelas. Kemungkinan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di SMUN 6 tidak nyaman karena siswa dan siswi yang melakukan mogok belajar sangat gaduh.

Namun Kamis pagi, Kepala Sekolah Drs Suradi sempat memanggil perwakilan dari para pelajar yang sedang melakukan aksi unjuk rasa itu. Pemanggilan itu guna melakukan negosiasi. Tapi ternyata negosiasi tidak menghasilkan apa-apa sebab, siswa tetap melakukan aksi mogok belajar.

Ratusan siswa dan siswi SMUN 6 juga melakukan aksi ditempat berbeda dalam waktu bersamaan di Bundaran Universitas Gadjah Mada DIY, menuntut diturunkannya biaya SPP. Selain melakukan orasi, dalam aksinya para siswa juga menyebarkan berbagai macam selebaran dan membentangkan spanduk di seputaran bundaran UGM untuk memohon dukungan dari masyarakat DIY.

Aksi unjuk rasa juga dimarakkan dengan berbagai macam poster yang bertuliskan "Kami Adalah Korban Kekerasan", "Mana Transparansi Dana Kami", "Mana Transparansi Dana Orang Tua Kami", "Sekolah Bukanlah Ladang Bisnis", "Turunkan SPP" dan "SPP Mahal Tapi Fasilitas Buruk". Aksi mogok yang telah berlangsung dari Rabu yang dilakukan oleh siswa siswi kelas I SMUN 6 DIY dengan didukung oleh siswa kelas II mengakibatkan kegiatan belajar mengajar di SMUN 6 DIY terganggu bahkan macet total.

Namun dari informasi yang diperoleh dari pihak sekolah menyebutkan, pihak sekolah telah sepakat akan menggelar rapat pada minggu (22/08) besok dengan komite sekolah, wakil orang tua wali murid dan perwakilan siswa sendiri untuk membicarakan aksi penolakan kenaikan SPP yang telah ditetapkan komite sekolah.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini