Anak-Anak Girli Tetap Berjuang Lepas dari Kemiskinan

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

PULUHAN PERMAINAN ULAR TANGGA DAN VCD "PAK TONG SAM" mampu memberi semangat tersendiri bagi anak-anak pinggir kali (girli) yang tergabung dalam Pusat Pengembangan Anak Domby Kid`s Hope (PPADKH) saat tour di Kompleks Balaikota Yogyakarta Kamis (19/08) siang. Berbagai mainan tersebut diserahkan oleh Syukri Fadholi Wakil Walikota Yogyakarta didampingi oleh Herry Zudianto Walikota Yogyakarta di Pendopo Balaikota Yogyakata.

Puluhan anak dari tingkat TK hingga SD dengan mengenakan kaos warna merah-putih memadati pendopo dan saling berjubel untuk mendapatkan perhatian dari Walikota dan Wawali. Yusak Budi Santoso Koordinator PPADKH mengemukakan bahwa sekarang mereka masih anak-anak tetapi tahun-tahun mendatang merekalah yang akan memimpin bangsa ini.

"Mereka berasal dari keluarga kurang mampu, kemiskinan adalah suatu ketidak berdayaan seseorang untuk mengembangkan diri untuk memenuhi kebutuhannya, mengekspresikan diri serta ketidakberdayaan seseorang dalam menghadapi permasalahan kehidupan," ujar Yusak. Sehingga kemiskinan, menurut Yusak, tidak hanya terletak pada ketidakberdayaan ekonomi saja, melainkan ketidakberdayaan fisik, sosial, emosional dan spiritual yang menyebabkan orang tidak berkembang dan tumbuh.

Domby Kid`s sendiri merupakan komunitas yang bernaung di bawah Yayasan Pelita Bangsa yang banyak memperhatikan anak-anak girli di kawasan Terban, Cokrokusuman, Gondolayu dan Kali Code Utara. Pada saat berkunjung ke Kompleks Balaikota, mereka pulalah yang diajak untuk melihat pusat pemerintahan kota Yogyakarta. "Tujuan akhir kami adalah agar anak-anak yang dilayani mempunyai kecakapan untuk menyelesaikan berbagai masalah sehingga mereka mampu lepas dari kemiskinan yang mengikat mereka," terangnya.

Saat Herry mengajak bersendau-gurau pada anak-anak, terdapat beberapa anak mengungkapkan uneg-uneg mereka terhadap Kota Yogyakarta. "Kita harus menjaga kebersihan supaya tidak ada sarang nyamuk. Jika ada sarang nyamuk, kita bisa kena demam berdarah," tukas Wella. Begitu pula yang dikatakan oleh Feri bahwa menjaga kebersihan berguna untuk memperlihatkan Kota Yogyakarta sebagai kota yang enak dipandang.

Herry mengatakan kepada pihak pembimbing bahwa Pemkot akan memback-up untuk anak-anak yang tergolong Pra Sejahtera dan Sejahtera I berupa subsidi dengan menghubungi Kelurahan masing-masing atau langsung menembusi Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta. "Tahun ini dianggarkan dana sebesar 1,8 Milyar khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, baik yang sekolah di kota maupun di kabupaten," tegas Herry.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini