"Buruan Cium Gue" Terancam Dicekal di Yogyakarta

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

PERDEBATAN SERU ATAS FILM "BURUAN CIUM GUE" produksi Multivison Plus Picture terus bergulir tak jelas juntrungnya. Film yang dibintangi oleh Masayu Anastasia, Hengky KC, Ratu Felisha dan Dimas Setuwardana juga mendapat tanggapan baik kontra maupun pro di Kota Yogyakarta. Seperti yang dikemukakan oleh Mustofa Manager Mataram Theater kepada wartawan Jumat (20/08) pagi bahwa sebelum film tersebut diputar, sudah banyak yang menanyakan utamanya dari generasi muda.

Bagi Mustofa, sebelum Badan Sensor Film (BSF) meloloskan film tersebut pada awalnya bernama Ciuman ABG dan setelah terdapat kesepakatan antara pihak Multivison dan BSF maka film yang beraliran anak muda itu ganti menjadi Buruan Cium Gue (BCG).

Jika di Yogyakarta terjadi pencekalan film tersebut namun di kota lain seperti Klaten atau Muntilan masih dapat diputar, Mustofa sangat menyayangkan hal tersebut. "Jika pemerintah sudah melarang dan efeknya sangat buruk bagi masyarakat, utamanya remaja Yogyakarta tidak masalah kok tapi harus kompak. Jangan hanya Jogja saja tapi kota lainnya masih bisa diputar," terangnya.

Y Agung Santosa SPsi Dosen Psikologi Sanata Dharma Yogyakarta ditemui secara terpisah mengomentari mengenai kemelut film BCG bahwa jika pemerintah hendak mengeluarkan kebijakan publik tentunya harus menjaring pendapat dari publik juga. Agung menambahkan, masyarakat terutama mengenai film tersebut tidak bisa saja terpengaruh begitu saja.

"Ada beberapa hal yang membuat remaja tidak terpengaruh seperti manusia tidak bersifat mekanik, artinya tidak langsung menirukan apa yang ada di film tapi dipikir dahulu dan apakah bertentangan dengan sistem yang ada di lingkungan anak tersebut. Budaya lingkungan dan kuatnya sistem yang menjaga anak itu juga sebagai benteng sehingga tidak langsung ikut-ikutan," imbuhnya.

Pada dasarnya, Agung mengatakan bahwa jika seorang anak melihat film maka tidak secara serta-merta langsung menirukan dulu namun pasti terbentur dengan adat atau norma yang mengikatnya. "Di dalam anak itu sudah ada sistem yang memberikan batasan pada anak sehingga bisa memilah mana yang bertentangan dalam arti tidak boleh dan mana yang boleh," lanjutnya.

Mengakhiri komentarnya, Agung mengungkapkan, kalau budaya di tempat anak tersebut tinggal cukup represif, maka ketika anak melakukan sesuatu yang negatif pasti akan merasa tertekan apalagi di film BCG tersebut terdapat adegan ciuman selama beberapa menit.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini