Potret Hidup Yogi Setyawan dalam Kanvas

Oleh : anton / Senin, 00 0000 00:00

INTEPRETASI SEBUAH LUKISAN, BIASANYA, TIDAK MUDAH UNTUK DILAKUKAN. Banyaknya simbol yang sengaja dibuat sang pelukis menjadikan para penikmat lukisan menjadi sulit menerjemahkan arti dan makna yang tersirat. Namun tidak demikian bila kita mengamati lukisan-lukisan Yogi Setiawan yang dipamerkan selama delapan hari ini (20 s/d 28 Agustus) di Bentara Budaya Yogyakarta, Jl Suroto 2 Kotabaru dengan tajuk "Guyon Maton". Dengan hanya mengamati sebentar saja karya-karya perupa asal Magelang tersebut, kita dapat dengan mudah mengerti apa yang ingin disampaikan Yogi.

Menurut pengamat seni Subroto SM, mudahnya pemahaman yang didapat karena visualisasi karya Yogi adalah sebuah realita tanpa simbol yang kadang menyesatkan. Kenyataan kehidupan keseharian Yogi yang terefleksi dalam karya-karya lukisya. "Misalnya saja lukisan Pelukis dan Cantriknya yang menggambarkan pengalaman pribadi Yogi ketika belajar melukis pada Widayat beberapa tahun silam," ungkapnya. Bukan itu saja, kritik sosial yang juga dijadikan tema karya-karyanya dapat divisualiasikan Yogi secara jujur dengan tanpa simbol yang berlebihan walau dengan figur dan bentuk yang hiperbolis.

Sebut saja pada lukisan "Karto Penjol Juragan Togel" yang menggambarkan realitas sosial masyarakat yang sedang terkena euforia perjudian togel. Atau lukisan "Lek Poniman Si Bandhar Kluthuk" yang melukiskan budaya masyarakat desa yang mempunyai kebiasaan berjudi dadu kluthuk. Dengan bentuk dan figur yang dibuat berlebihan dan lucu tersebut, Yogi coba mengomentari lingkungannya secara nyata tanpa bungkus metafora.

Yang lebih menarik lagi, dalam hampir semua karya-karyanya, Yogi sering menyertakan dirinya. bermain sebagai diri sendiri dan di lain waktu justru sebagai orang ketiga yang mengamati lingkungannya. Bukannya sebuah usaha untuk pamer diri, menurut Yogi, keterlibatannya secara riil dalam dunia lukisnya hanyalah sebuah tanggapan atas lingkungan yang digaulinya karena ia merasa bahwa dirinya adalah bagian pokok dari apa yang dilukisnya.

Bahwa karya-karyanya sebenarnya adalah suatu dokumentasi atas kehidupannya. Sebuah potret hidup yang terekam bukan melalui sebuah kamera melainkan dari coretan dan sapuan warna di atas kanvas yang bercerita. Jika kemudian rekaman itu dilukisnya secara hiperbolis dan karikatural karena memang begitulah sebenarnya hidup.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini