ITTO dan AFP Bahas Isu Kerusakan Hutan
DUA PULUH PERWAKILAN NEGARA PRODUSEN DAN KONSUMEN KAYU dari seluruh dunia yang tergabung dalam Asia Forest Partnership (AFP) dan International Tropical Timber Organisation (ITTO) mulai Senin (30/8) pagi hingga Rabu (1/9) mendatang berkumpul bersama guna membicarakan isu illegal logging (penebangan liar) dan perdagangan kayu illegal di Hyatt Regency Hotel Yogyakarta.
Hadir pada acara internasional tersebut antara lain Mr Ichiro Ichikawa (Wakil Menteri Senior Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang), Nik Andy Suwardy bin Amry (Asisten Menteri Sumberdaya Alam dan Lingkungan Malaysia), Toshikatsu Matsuoka (Anggota Parlemen Jepang) dan Patrick Durst dari FAO. Sedang dari Indonesia turut hadir Ir Kuspariyadi (Direktur Perlindungan dan Konservasi Alam Kementrian Kehutanan).
Sementara itu, salah satu pembicara Dr Takheshi Toma dari CIFOR Bogor pada kesempatan itu mengemukakan tiga hal fungsi hutan yakni dari lingkungan hidup, ekonomi dan sosial. Dari segi lingkungan hidup, hutan menyajikan layanan bagi kehidupan yang lumrah, seperti melestarikan kesuburan tanah, mengatur pemasokan air, mengurangi pemanasan lokal dan global dengan menyerap karbon, dan menjadi tempat hunian bagi flora dan fauna darat.
"Sedang dari segi sosial, hutan merupakan landasan bagi bingkai budaya dan perilaku budaya komunitas lokal, bahkan di beberapa negara merupakan citra integral dari suatu bangsa, serta menjadi penyumbang terbesar bagi kebutuhan hiburan dan rekreasi masyarakat." terangnya.



Kirim Komentar