Bom di Kuningan Tak Pengaruhi Mahasiswa Asing di Yogyakarta

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

TRAGEDI BOM YANG BARU SAJA TERJADI DI DEPAN KEDUTAAN BESAR AUSTRALIA, Jln Rasuna Said Kuningan kemarin ternyata tidak membuat kawatir mahasiswa asing yang sedang melakukan studi di Yogyakarta. Hal tersebut diungkapkan mereka kepada GudegNet Jumat (10/09) pagi di kawasan Kampus UGM Yogyakarta.

Markus, mahasiswa asal Jerman, mengaku masih bisa berjalan-jalan di semua ruas jalan yang dikenal sebagai kota Wisata ini. Hal serupa juga dikatakan oleh Michelle, mahasiswi Australia. "Saya menyesal dengan kejadian itu tetapi saya tidak merasa harus pulang ke Australia karena Jakarta berbeda dengan Yogyakarta. Kedua kota ini adalah suatu hal yang berbeda dan tidak dapat dibandingkan," tukasnya.

Michelle yang tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya UGM menambahkan, adanya travel warning yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia tidak menggoyahkan dirinya untuk berhenti meneruskan studi di Yogyakarta. Mengomentari mengenai John Howard Perdana Menteri (PM) Australia yang mengeluarkan travel warning bahwa John merupakan PM yang tidak populer di Australia.

"Banyak masyarakat yang tidak mendukung karena dia konservatif. Apabila John Howard tetap memaksa untuk memerintahkan untuk kembali, saya tidak peduli," tuturnya.

Sementara itu, menurut Markus, dirinya beserta rekan lainnya dari negara yang sama tetap merasa aman untuk menyusuri jalan-jalan yang ada di kota yang terkenal sebagai kota wisata. "Menurut saya, Indonesia tidak benar jika disebut sebagai sarang teroris seperti yang dilansir oleh media yang ada di Jerman karena saya dapat hidup normal di Yogyakarta," tegasnya.

Tidak memungkiri mengenai pemberitaan miring terhadap Indonesia di media lokal Jerman mengenai terorisme dan Markus pun tidak mau ikut campur. "Itu hanya upaya politik saja dari mereka dan saya hanya mau fokus untuk belajar dan tidak ikut-ikutan urusan kebijakan politik negara saya," tambahnya.

Hal serupa juga dikatan oleh Iko dan Michiko, mahasiswi asal Jepang untuk tetap mau melanjutkan studi di Yogyakarta. Walau keduanya baru terhitung 4 bulan di Yogyakarta, namun mereka tidak merasa terancam keselamatannya pasca bom di Jakarta.

Menjadi catatan tersendiri bagi mereka bahwa Yogyakarta sebenarnya aman cuma polisinya tidak becus. "Polisi tidak becus kalau saya mengalami kecelakaan atau kejadian kriminal karena tidak bisa dicari dengan cepat. Apalagi polisi patungnya membuat kami jadi tambah takut," ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Parsenibud) Kota Yogyakarta, Drs F Kaswanto mengungkapkan bahwa tragedi bom Kuningan tidak memiliki dampak langsung terhadap dunia pariwisata di Yogyakarta. "Ini terbukti setelah sekian peristiwa pemboman di Indonesia, angka turis yang mendatangi tidak surut menurun," tegasnya.

Perbedaannya hanya terletak dari jumlah wisatawan manca negara dan domestik saja. "Walaupun angka wisatawan asing di Yogyakarta pasca bom di Indonesia menurun namun tingkat kunjungan wisatan domestik justru mengalami peningkatan. Sehingga tragedi pemboman tidak mempengaruhi dunia pariwisata Kota Yogyakarta," ucapnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini