Becak-Andong Wisata Punya Tarif dan Trayek Tetap

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

TERHITUNG SEJAK KAMIS (30/09) BESOK, YOGYAKARTA AKAN MEMPUNYAI 20 BECAK DAN 10 ANDONG dengan tarif dan trayek yang tetap sehingga para pengguna jasa kendaraan tak bermotor tersebut tak perlu khawatir dengan tarif yang sangat bervariasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Sosialisasi Becak Wisata Yogyakarta, D Heru Suryono di Kantor Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Yogyakarta Jln Suroto Jumat (10/09) pagi.

Menurut Heru, becak masih diminati masyarakat dan jadi daya tarik wisatawan. "Becak wisata itu akan dilengkapi dengan tape untuk membuat penumpang lebih nyaman dalam perjalanan hingga sampai tempat tujuan. Itu juga dimiliki oleh sais," tukas Heru dari Institusi Studi Transportasi (INSTRAN) Yogyakarta. Selain itu, pengemudi becak dibekali dengan pengetahuan bahasa Inggris, sopan santun hingga tata cara berlalu lintas.

Becak wisata 2004 atau lebih dikenal dengan sebutan becak parianom memiliki bobot 70 kg dan tempat duduk penumpang lebih lebar 7cm dibandingkan dengan becak tradisional. "Becak tradisional yang dikenal dengan slebor besar, lion brand dan gigi tunggal. Becaknya sendiri sebenarnya memiliki kayuhan yang berat karena pengemudi harus mendorong becak seberat 160 kg," lanjutnya. Lion brand sendiri merupakan bentuk lingkaran dengan ada sayap kebelakang yang terbuat dari besi setebal 0,5 cm dan terletak di sandaran tangan penumpang.

Hingga hari ini, terdapat 6000 buah becak di Yogyakarta. Perkembangan revitalisasi becak khas Jogja, menurut Heru sudah dilakukan sejak tahun 2000 hingga sekarang. "Pengemudi butuh tenaga ekstra untuk mengayuh sehingga kondisi demikian mendorong pembuatan desain alternatif yang lebih ringan dari sisi kayuhan dan bobot," tuturnya.

Perkembangan desain alternatif dari pengurangan bobot, penggunaan per daun dan pegas, penggantian jok penumpang hingga penutup terbuat dari terpal agar penumpang tidak kepanasan sudah dijajal untuk dimodifikasi selama 4 tahun dan dirubah terus hingga muncul becak wisata. Sebutan kata parianom yang mendominasi warna di becak wisata terdiri dari warna hijau, merah tua, kuning dan identik dengan warna khas Kraton Yogyakarta.

Untuk tarif pada becak, tarif yang diberikan pada trayek terdekat seharga Rp 5 ribu dan terjauh setinggi Rp 15 ribu. Sedangkan untuk andong wisata, trayek terdekat seharga Rp 15 ribu dan terjauh sebanyak Rp 70 ribu.

Untuk harga Rp 5 ribu biasanya hanya sejarak 5-10 km atau tidak jauh dari kawasan Malioboro dan Kompleks Kraton Yogyakarta. Jika mencapai hotel di kawasan Jln Solo, UGM, Sheraton Hotel Yogyakarta, Kotagede akan dikenakan biaya Rp 15 ribu.

Harga termurah untuk andong pada kawasan Malioboro dan sekitarnya, penumpang harus membayar Rp 15 ribu. Akan berbeda harganya jika penumpang minta diantar ke kawasan Jln Solo-UGM- Laksda Adisucipto maka harus membayar dari Rp 30-70 ribu rupiah.

"Penumpang tidak harus merasa kawatir karena trayek dan harga akan diketahui penumpang sebelum menuju tempat tujuan. Nuthuk rego itu tidak akan terjadi karena becak dan andong wisata dilengkapi dengan identitas agar mudah dikenali. Sekali lagi, harga itu resmi untuk becak dan andong wisata," terangnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini