Dari Sketsa Bersama hingga Nostalgia di Tamansari
SETELAH SUKSES SKETSA BERSAMA DI PASAR NGASEM, kembali dilakukan kegiatan yang sama dengan mengambil lokasi di Tamansari Yogyakarta. Kepada GudegNet Sabtu (11/09) saat ditemui di kediamannya, Godod Sutejo, koordinator acara tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan sketsa bersama tersebut diikuti oleh 50 lebih seniman, baik alumni ISI maupun wajah-wajah baru dalam dunia seni rupa.
"Untuk sketsa hari Minggu besok, daya tariknya itu karena Tamansari baru ngetren dan dibicarakan oleh banyak orang. Tentunya akan sangat menarik, Yogyakarta merupakan salah satu kerajaan yang punya daya tarik tersendiri dan sekarang masih bisa dinikmati dan menjadi tujuan utama pariwisata," tukasnya.
Ukuran dalam sketsa besok tidak dibatasi oleh penyelenggara, namun temanya tetap tentang Tamansari. "Menjadi lebih menarik lagi adalah ajang itu tidak hanya digunakan sebagai materi untuk pameran di Jakarta, namun sebagai salah satu wadah untuk melakukan nostalgia dan silahturami di antara para perupa," ungkapnya. Bertemu dengan para seniman `tua` terhitung jarang terjadi, Godod dan seniman lain menanggapi serius sketsa bersama dan terus memberikan keterangan bahwa para pelukis senior tidak ingin ketinggalan untuk kedua kalinya.
"Sketsa sendiri sebenarnya merupakan unsur penting di dalam seni rupa tetapi ditinggalkan oleh para perupa. Lha, sekarang teman-teman diajak bersketsa itu malah pada pengen dan sekalian jagongan seperti dulu pas waktu masih kuliah atau sekolah seni di Jogja," ujarnya. Disinggung kenapa tidak memilih melukis bersama, menurut Godod, melukis minimal membutuhkan waktu dari 2 hingga 4 jam dan belum termasuk persiapan di rumah dan di lokasi melukis.
Godod mengakui bahwa acara sketsa Minggu esok digunakan sebagai materi pameran dan bursa yang akan diselenggarakan di Jakarta, yaitu bursa sketsa pada tanggal 9-20 Oktober 2004 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta dan tanggal pameran sketsa pada tanggal 12-17 Oktober World Trade Center (WTC) Mangga Dua Jakarta.
"Kita berharap dari sketsa di tempat-tempat bersejarah, sangat menarik sebagai salah satu upaya untuk mendukung pariwisata di Yogyakarta dan mempromosikannya sekaligus. Melakukan promosi Yogyakarta dengan pameran lukisan sudah biasa dan banyak yang menyelenggarakannya, tapi kalau sketsa itu termasuk kegiatan yang langka dan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat seni apalagi di Jakarta," tuturnya.
Godod bersama deretan perupa yang lain tidak tetap bersemangat untuk memberikan dukungannya dalam melakukan pelestarian Tamansari dan tempat wisata yang lain melalui cara mereka, yaitu sketsa dan melukis. "Tentu saja sangat menarik, Yogyakarta salah satu kerajaan yang punya daya tarik tersendiri dan sekarang masih bisa dinikmati serta menjadi tempat tujuan pariwisata," urai Godod.



Kirim Komentar