Bangun Kesadaran Mo-Limo lewat Pantomin Jemek-Riza
SEBUAH NASEHAT TAK MELULU HARUS KELUAR DARI MULUT. Membangun suatu kesadaran diri tak hanya bisa dilakukan dengan memberi petuah secara langsung. Dengan mengajak berpikir atau intepretasi, kaidah-kaidah moral pun ternyata bisa masuk ke telinga, bahkan mungkin terpatri dalam hati. Rupanya cara itu yang coba dilakukan pamtomimer Jemek Riyadi dan Ende Riza dalam perfomance art-nya Sabtu (11/9) malam di halaman depan Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), Jl. Suroto 2 Kotabaru di sela-sela pembukaan pameran foto "4 Sehat Mo-Limo Sempurna".
Membawa sebuah tong dari seng dan tempat menyiram air, dua orang pantomimer besar tersebut mencoba mengintepretasi makna Mo-Limo dengan gerakan-gerakan tubuh mereka yang lentur. Pengertian mabuk, main, madat, madon dan maling, diterjemahkan dengan visualisasi gesture tubuh keduanya. Menggunakan kostum putih-putih dengan cat wajah dengan warna sama, Jemek dan Riza saling bergelayutan dengan gerakan erotis yang meliuk-liuk, menarikan kelima dosa moral tersebut.
Diiringi bunyi-bunyian tak terjemahkan yang sering keluar dari bibir Riza, performing keduanya mampu membuat penonton yang memenuhi salah satu situs budaya tersebut diam terpekur tanpa beranjak dari kursi masing-masing. Diakhiri dengan gumaman Riza yang menyanyikan salah satu lagu kebangsaan kita sambil menggotong tong dan tempat menyiram air tersebut keduanya memasuki ruang pamer BBY. Applause pun terdengar dari tangan penonton.
Menurut Riza yang ditemui GudegNet sebelum acara dimulai, performance art yang langsung dipersiapkan hari itu juga merupakan visualisasi simbolik dari tema Mo-Limo. "Kami yang baru bertemu malam ini mencoba meraba dan memahami tema secara spontan. Akhirnya tercipta visualisasi sporadis yang bersifat spontan tanpa rancangan yang berkolerasi dengan Mo-Limo," jelasnya. Tentang minimnya persiapan yang dilakukan tak lantas menjadikan keduanya bermain asal-asalan. "Saling pengertian apa yang dimau masing-masing serta kepekaan yang sudah kami punyai selama ini membuat kami bisa saling menyamakan gerakan tanpa kesulitan," paparnya.
Diharapkan Riza, lewat penampilannya bersama Jemek tersebut, nantinya akan menumbukan kesadaran para penonton akan kaidah moral yang tersirat dari Mo-Limo. Dengan demikian manusia tak akan terjerumus dalam kelima dosa yang mengakibatkan kesengsaraan tersebut. "Selain berharap pantomin bisa masuk dan merambah ke media manapun, seni rupa, pengusaha, pasar dan lainnya, saya juga berharap bahwa dengan mengekspresikan tema tersebut kami dapat membangun kesadaran pribadi para penonton," jelas Riza sembari mengakhiri perbincangan dengan GudegNet.



Kirim Komentar