Sukses Pementasan Tari Butoh oleh Yukio Waguri
TAK SEPERTI BIASANYA PEMENTASAN TARI DI KEDAI KEBUN dipadati oleh ratusan penonton. Menjelang pementasan, penonton telah menyemut di anak tangga menuju ruang pertunjukan. Tiket pertunjukan sold-out dan tak sedikit penonton yang ditolak untuk masuk karena kapasitas ruang pertunjukan yang sangat terbatas tersebut. Acara pementasan Tari Butoh bertajuk “The Journey of Spirit” yang digelar pada Selasa malam, (14/9) kali ini menghadirkan Yukio Waguri, seorang penari Butoh asal Jepang.
Yukio didukung pula oleh seorang penari Butoh dari Jepang, Yumi Watanabe, dan beberapa penari muda Solo & Yogyakarta, serta pantomimer dari Yogyakarta. Mereka adalah Riyanto Manali, Fitria Setyaningsih, Danang Pamungkas, B. Verry Handayani, Asita, Keken Sukendar dan Teguh Susilo Aji. Tampil pula penari senior Bimo Wiwohatmo yang membantu pentas tari di awal pertunjukan. Penataan lampu dan artistik pertunjukan ini ditangani oleh seorang soundman & lighting designer kawakan dari Jepang, Soga Masaru.
Tema pertunjukan yang diangkat oleh Yukio kali ini adalah gagasan Samanisme (praktek perdukunan). Seni Butoh sendiri adalah sebuah aliran tari di Jepang yang dipelopori oleh Tatsumi Hijikata pada tahun 50-an. Yukio berguru langsung pada Tatsumi pada tahun 1972. Saat ini ia memilih mendedikasikan hidupnya pada seni tari Butoh setelah sebelumnya ia pernah pula untuk menjadi seorang penata Kimono. Yukio sendiri kini mendirikan Butoh Company “Kohzensha” pada tahun 1990.
Keunikan tarian ini ada pada gerak dinamis dan teatrikal seolah ada spirit di dalamnya. Ciri lain tari Butoh adalah mengecat wajah dengan cat putih khas pantomimer. Pada saat diperkenalkan untuk pertama kalinya, tari Butoh ini disebut sebagai tari kegelapan. Namun, Yukio justru menampilkan kegelapan Butoh seperti suasana matahari terbit.
Dalam pementasannya di KKF, Yukio mengeksplorasi tema Samanisme dalam hubungannya dengan Butoh, dengan menggambarkan proses perjalanan manusia dari awal kelahirannya, pertarungannya melawan kekuatan-kekuatan alam yang negatif dengan menggunakan unsur-unsur positif dari alam itu sendiri, hingga kelahirannya kembali menjadi sosok manusia baru. Yukio sekaligus mencoba mempertanyakan konsep manusia dan ekspresi itu sendiri.
Proses latihan Pementasan Butoh "The Journey of Spirit" dilakukan dalam sebuah workshop Butoh di KKF (6-13/09). Materi utamanya adalah pengenalan teknik gerak dan konsep tari Butoh serta proses penciptaan tari dari sudut pandang filosofi Butoh. Selain mendapatkan kesempatan untuk pentas Butoh bersama Yukio, proses workshop ini juga dimaksudkan sebagai pengkayaan referensi artistik yang dapat digunakan dalam proses kreatif mereka di waktu mendatang, sehingga mereka mampu menciptakan karya-karya seni pertunjukan yang segar, cerdas, dan inovatif.
Pertunjukan yang berakhir pada pk 21.30 WIB itu menyisakan kepuasan pada para penontonnya. Applaus panjang terdengar saat para penari mengucapkan terimakasih di akhir acara. Paduan tata lampu, tata suara, dan komposisi gerak menjadikan pentas ini indah secara artistik.



Kirim Komentar