Sultan HB X: Prestasi DIY Tidak Ajeg dan Fluktuatif

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA (KONI) DIY menjanjikan akan mengembalikan secara penuh biaya yang dikeluarkan oleh atlit mandiri yang memperoleh medali di PON Sumatera Selatan (Sumsel). Ketua KONI DIY, Ir HM Dasron Hamid MSc mengatakan bahwa dari sekian atlit, ada atlit mandiri atau atlit yang mengikuti PON dengan biaya sendiri. Atlit mandiri tersebut muncul karena tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh KONI DIY. Sekian atlit mandiri, ternyata terdapat 4 atlit yang mampu memperoleh medali berupa 3 medali perunggu dari cabang sepatu roda dan 1 medali perak dari cabang olahraga selam.

"Memang kontraprestasi (uang pembinaan) yang diperoleh masih kecil dibandingkan para pemenang di Indonesian Idol atau AFI bahkan propinsi yang lain" tukas Sri Sultan Hamengku Buwono X pada acara pemberian penghargaan pada atlit PON DIY di Komplek Kepatihan Yogyakarta Sabtu (18/09) pagi.

Sultan mengemukakan, walaupun masih terhitung kecil namun harus dilakukan agar motivasi atlit tetap tinggi. "Ini yang kita lakukan untuk memotivasi atlit, berupa penghargaan. Saya berharap, tetap ada kemauan untuk meningkatkan prestasi. Tahun depan kita kan menyelenggarakan olahraga daerah untuk mencari bibit pada PON berikutnya," tambahnya.

Lepas dari konteks tersebut, bagi Sultan, di Yogyakarta mempunyai problem besar ketika para atlit yang mayoritas terdiri dari mahasiswa. "Berarti sekarang bisa ikut, nanti di PON ke-17 sudah lulus dan cari pekerjaan di dalam maupun luar DIY. Jadi sebetulnya untuk prestasi atlit DIY sangat fluktuatis atau tidak ajeg dengan kondisi mayoritas mahasiswa seperti itu," tegas Sultan.

Atlit yang mendapatkan medali emas berhap memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 20 juta, perak dengan uang pembinaan Rp 8 juta serta uang pembinaan medali perunggu sebesar Rp 4 juta.

Medali yang diperoleh oleh kontingen DIY pada Pesta Olahraga Nasional (PON) 2004 beberapa waktu lalu memang tidak mencapai target yang telah ditetapkan pada peringkat 10. Melesetnya target tersebut tidak membuat gusar tim PON DIY karena ternyata lebih signifikan dibandingkan PON di Surabaya beberapa tahun lalu.

DIY yang menduduki peringkat 14 tersebut, dibandingkan dengan perolehan medali di PON Surabaya maka prestasi yang dicapai kontingen DIY di Sumsel menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal tersebut terlihat dalam perolehan medali emas mengalami kenaikan hampir 100 persen, apalagi cabang olahraga yang memperoleh medali terlihat peningkatan terutama pada panjat tebing, balap motor, terbang layang, balap sepeda hingga kempo.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini