FKN: Sultan Prihatin Permainan Tradisional Makin Punah

Oleh : wanto / Senin, 00 0000 00:00

UNGKAPAN KEPRIHATINAN SULTAN HAMENGKU BUWONO X, Gubernur DIY mengenai ragam permainan tradisional yang semakin langka diucapkan di hadapan tiga puluh kontingen propinsi se-Indonesia di Alun-Alun Utara Yogyakarta Rabu (22/09) sore. "Dengan adanya perkembangan teknologi, permainan yang terhitung sederhana, murah dan peralatan yang dapat dibuat sendiri semakin surut tertelan," ungkap Sultan.

Sultan menambahkan, keinginan generasi muda untuk mempertahankan permainan yang sudah bertahan dari generasi ke generasi harus kembali ditumbuhkan, didokumentasikan secara nyata dan ditampilkan kepada masyarakat tanpa mengenal lelah serta kejenuhan.

Dalam pembukaan Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (FOTTN) 2004 ke-21 tersebut sore itu dan tetap merupakan bagian dari Festival Kesenian Nusantara (FKN) 2004, tiga puluh kontingen terlihat antusias untuk menampilkan olahraga tradisional yang dimiliki daerah masing-masing. Dalam pembukaan tersebut, juga tampil KARBOL AAU sebagai hiburan kedua yang sebelumnya dilakukan oleh puluhan siswa SD dari Tamansiswa yang menampilkan permainan Lur Bandul secara kolosal.

Ketua Panitia FOTTN, Dr Dwi Hatmisari Ambarukmi mengungkapkan bahwa festival olahraga yang mengambil moto satukan perbedaan dan tanamkan persaudaraan, oleh masing-masing propinsi akan ditampilkan satu permainan rakyat yang bernuansa olahraga. "Kegiatan ini untuk menampilkan olahraga tradisional yang ada di seluruh tanah air melalui festival tingkat nasional sebagai upaya pengembangan kekayaan kebudayaan bangsa," ujarnya. Hatmisari juga menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tentunya guna mempertebal kecintaan generasi muda kepada bangsa dan tanah air.

Dalam tampilan hari pertama olahraga tradisional di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Kamis (23/09) dari pk 08.00 hingga 17.00 WIB, di antaranya kontingen Jawa Timur (Babat Rambi Puji), Nanggroe Aceh Darussalam (Silat Pelintau), Nusa Tenggara Barat (Manuk Tengklek), Sulawesi Selatan (Mappadendang), DIY (Main Kumidi Chadissiswa), Kalimantan Barat (Gelinding Balok), Jawa Tengah (Balang Bat), Sulawesi Utara (Cakale`le`), Sumatera Barat (Sepakbola Limau Karung) dan Propinsi Maluk dengan Gepe Tampurung Manggurabe.

Pada sesi kedua setelah rolasan, dilakukan invitasi olahraga tradisional. Kemudian akan dilanjutkan dengan olahraga tradisional dari Sumatera Selatan (Cak Engking), Kalimantan Timur (Kancet Pepatai), Gorontalo (Tepa Tonggo), Lampung (Kuda Buta) dan sebagai penutup dihadirkan olahraga pada pk 16.30 WIB dengan Bola Tangan Api dari Banten.

Sumber: Antok - GudegNet

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini