Ilustrasi Joko Santoso yang Hidupkan SH Mintardja
NAMA SH MINTARDJA ATAU WID KUSUMA pastilah tak asing di telinga kita, terutama bagi penggemar cerita-cerita silat Indonesia. Dua orang penulis yang semasa hidup mendedikasikan diri mereka mengarang cerita-cerita patriotisme dan nasionalisme bangsa kita yang dipadu dengan mitos dan kebudayaan tanah Jawa di masa lalu. Kisah-kisah kepahlawanan yang banyak menghiasi kolom-kolom surat kabar kita tersebut selalu menjadi bacaan favorit yang tak pernah terlewatkan. Terlebih lagi dengan tambahan ilustrasi yang melengkapi isi cerita tersebut.
Sayangnya tak banyak orang tahu siapa orang dibalik ilustrasi yang setia menemani “Istana Yang Suram”-nya SH Mintardja maupun “Bunga Talaud”-nya Wid. Seorang illustrator yang banyak menggoreskan tintanya untuk lebih “menghidupkan” kisah-kisah yang dibuat dua penulis tersebut. Joko Santoso namanya, seorang ilutrator yang selama beberapa tahun ini coba merefleksikan isi cerita mereka dalam sapuan gambar-gambar yang cukup menarik untuk dilihat.
Ilustrasi-ilustrasi Joko sebanyak 40 karya yang selama empat hari ini (21-23 September) menghiasi ruang pamer Griya KR di Jl. Mangkubumi 40-42 tersebut seperti mengingatkan kita betapa sebuah cerita atau kisah akan lebih menarik dengan adanya ilustrasi. Bahwa imajinasi pembaca akan lebih berkembang untuk memahami inti cerita dengan hanya melihat gambar-gambar yang dibuat Joko.
Penghargaan pun kemudian muncul walau sekedar komentar yang terlontar dari mulut Wid Kusuma. Kepuasan yang dirasakannya karena Joko yang pernah menggondol penghargaan Karya Terbaik Lomba Cipta Ilustrasi Kriyasana Mahasiswa Design Grafis se-Indonesia (KMDGI) IV pada tahun 2000 lalu berhasil mengintepretasikan dengan baik isi cerita bersambungnya tersebut.
Dengan goresan tinta yang tegas pada karakter tokoh cerita yang digambarkannya, Joko mampu memunculkan sebuah karya seni tersendiri yang tak sekedar menjadi pelengkap belaka. Ilustrasi yang juga bercerita tanpa meninggalkan kaidahnya sebagai bagian dari cerita. Walau tanpa embel-embel judul sebagai caption, dengan hanya mengamati gambar-gambar Joko tersebut, para pengunjung cukup mengerti apa yang dimaui SH Mintardja ataupun Wid Kusuma dalam kisahnya.



Kirim Komentar