Angkat Nama Indonesia dengan Kerjasama Budaya ASEAN-China
JATUHNYA NAMA INDONESIA DI MATA DUNIA pasca bom Kuningan beberapa waktu lalu, terutama di bidang pariwisata ternyata tak membuat para pengeliat pariwisata Indonesia mati rasa untuk membersihkan nama baik. Terbukti selama enam hari (22-26 September) di Hotel Melia Purosani diadakan kegiatan Joint Experts Meeting for the Establishment of A Framework Programme on ASEAN-China Cultural Cooperation. Sebuah kegiatan kerja sama antara Indonesia yang merupakan salah satu bagian negara-negara ASEAN dengan China demi perkembangan kebudayaan di kedua belah pihak.
Kerja sama yang merupakan kegiatan ASEAN Committee on Culture and Information (AS-COCI) tersebut diikuti 40 delegasi yang terdiri dari 5 orang dari negeri Tirai Bambu, 3 delegasi Brunei Darrusalam, 2 dari Kamboja, 2 orang tuan rumah, 2 dari Laos, 3 delegasi dan observer Malaysia, 3 dari Myanmar, 2 orang perwakilan Filipina, 2 dari Singapura, 2 delegasi Thailand, 2 orang wakil Vietnam, 2 orang wakil dari sekretariat ASEAN dan 10 orang observer tuan rumah.
Kegiatannya sendiri antara lain berupa penggalian dan identifikasi kekuatan yang dimiliki ASEAN atau China yang meliputi bidang manajemen (pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan), keragaman substansi (arkeologi, sejarah, antropologi, seni dan kerajinan, bahasa serta teknologi informasi, sumber daya manusia, termasuk di dalamnya seniman, ahli antropologi, ahli bahasa, ahli konservasi, kurator dan ahli etnomusikologi).
Dibahas pula identifikasi manajemen warisan budaya dalam rangka mencari solusi bersama, pertukaran informasi mengenai nilai pentingnya aspek budaya bagi kedua belah pihak serta pelaksanaan kegiatan terpadu dalam bentuk kerangka program ataupun draft naskah Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerja sama ke depannya pada akhir kegiatan nanti.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, I Gde Ardika, lewat sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Menbudpar, Sapta Nirwanda mengharapkan kegiatan kebudayaan semacam ini dapat terus diberdayakan secara intensif dan berkesinambungan serta ditingkatkan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, baik negara-negara anggota ASEAN maupun China akan mendapat keuntungan dan manfaat yang banyak.



Kirim Komentar