PSS Sleman Ditahan Imbang Persija Jakarta 1-1
USAHA PSS SLEMAN UNTUK MEMBAYAR HUTANG KEKALAHAN DARI PERSIJA JAKARTA akhirnya tak kesampaian. Hal tersebut disebabkan oleh permainan imbang dari kedua kesebelasan saat rematch di Stadiun Tridadi Sleman Minggu (26/09) sore.
Pada babak pertama, PSS Sleman unggul satu gol dari Marcello Braga dengan tendangan di kotak pinalti pada menit ke-14. Kesempatan Marcello sebagai kapten PSS Sleman tersebut berasal dari serangan yang dibangun oleh Leke Dos Santos dan Slamet Riyadi dari sektor kanan pertahanan Persija Jakarta.
Saat Leke memasuki kotak pinalti, bola hendak diumpankan kepada pemain lain namun mengenai tangan salah satu pemain Persija dan tanpa komando wasit langsung meniupkan peluit dan mengacungkan tangannya ke titik putih dalam kotak pinalti untuk segera diselesaikan. Pada babak kedua, Persija Jakarta membuat gol balasan pada menit ke-69 yang diciptakan oleh Bambang Pamungkas.
Untuk putaran pertandingan 45 menit yang kedua, sebenarnya PSS Sleman mendapatkan peluang untuk mendulang gol meninggalkan lawannya namun pertahanan Persija Jakarta melawan cukup ketat sehingga selalu gagal atau mental di depan mistar lawan. Beberapa peluang bagi PSS Sleman yang gagal terselesaikan diantaranya oleh Mohammad Eksan yang menggantikan Leke di babak kedua harus menyesal karena bola yang ditendang melambung ke atas gawang walau hanya berhadapan dengan kiper Persija. Di menit ke-37 babak kedua, tembakan bebas dari Mohammad Ansori hanya mengenai mistar gawang sehingga tidak merubah kedudukan bagi timnya.
Dengan hasil imbang tersebut, Pelatih PSS Sleman, Daniel Roekito mengaku kecewa karena banyak peluang emas bagi timnya. "Permainan dari anak-anak terlihat kurang matang sehingga pertahanan yang dijaga oleh Kahudi dan Mohammad Soleh dengan mudah ditembus striker asal Persija dan memberikan peluang untuk menyamakan kedudukan," tuturnya.
Manajer Teknik PSS Sleman, Drs Bambang Nurjoko juga mengatakan bahwa secara prinsip PSS Sleman pada menit awal dapat bermain cepat namun setelah itu pola permainan PSS menjadi hilang sehingga dikendalikan oleh lawan. "Tekanan-tekanan yang dilakukan oleh lawan itu terjadi karena penjagaan dari lini pertahanan sangat rentan sehingga mudah ditembus dengan mudah. Namun demikian, anak-anak masih mampu disiplin dalam posisi saat bertanding, jadi tidak terlalu kaget untuk menghentikan serangan balik Persija Jakarta," ungkap Nurjoko.



Kirim Komentar