Pameran Studio Grafis Minggiran di KKF
PERKEMBANGAN SENI GRAFIS INDONESIA SEJAK 1940 begitu lambat dan dalam kondisi yang kekurangan. Selain itu, kebanyakan studio grafis berada dalam kampus atau milik pribadi. Kesulitan bagi para pegrafis apalagi bagi mahasiswa seni grafis untuk bereksperimen dan berkarya di luar waktu kuliah semakin terbatas.
br> Dalam kondisi demikian, Studio Grafis Minggiran, salah satu komunitas peduli kemajuan perkembangan seni grafis, kini menggelar Print Making Exhibition di galeri restoran Kedai Kebun Forum (KKF) selama satu bulan hingga 22 Oktober 2004 mendatang.
Studio Grafis Minggiran adalah organisasi non-profit yang berdiri atas inisiatif dari mahasiswa dan pegrafis muda Yogyakarta yang berbagi semangat dan aspirasi untuk mengembangkan seni grafis di Indonesia. Berdiri pada 1 September 2001, awalnya sebagai komunitas kesenian yang bergerak dalam seni rupa, kemudian terus mengembangkan diri hingga menjadi sebuah bengkel atau studio terbuka dan kini lebih dikenal dengan Studio Grafis Minggiran.
Seniman yang tergabung dalam komunitas ini adalah Alexander Nawangseto, Arya Pandjalu, Danang Hadi P, Maryanto, Petrus Priya Wicaksana, Ruly Putra Adi, Theresia Agustina Sitompul, dan Doddy Yudhanta
Studio ini juga menyediakan fasilitas untuk intaglio (Cetak Dalam), Relief Print (Cetak tinggi), dan Serigrafi (Sablon). Tidak itu saja Rumah Grafis Minggiran juga aktif dalam pengkajian atau studi yang berhubungan dengan permasalahan grafis di Indonesia. Beberapa pameran yang pernah digelar seperti Pameran Seni Grafis “Cerita-Cerita” di Gelaran Budaya-Yogyakarta, Pameran dan Partisipan dalam Pekan Komik Indonesia di Benteng Vredeburg-Yogyakarta, Pameran Seni Grafis “Serangan Fajar” bekerjasama dengan KMGM ISI di Benteng Vredeburg-Yogyakarta, Partner dalam Related Program FKY XV dan Lessedra Third World Art Print Annual Bulgaria.
Studio Grafis Minggiran juga menerima hubungan kerjasama antar seniman yang ingin bereksperimen dan lembaga yang berhubungan dengan seni grafis. Terlihat dalam pameran kali ini, seniman yang terlibat merupakan seniman yang bereksperimen melalui karya grafisnya seperti Syahrizal Pahlevi, I Made Aswina Aji, Srimaryanto, Hery S, Jati Kuncoro, dan Wildan Antares.



Kirim Komentar