Menikmati Sketsa dan Lukisan dalam "Sapaan a la Jogja"

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

DENGAN KEBERSAMAAN, SKETSA DAN MELUKIS AKAN TERASA LEBIH NIKMAT dan menyehatkan apabila para pelaku tidak takut salah di hadapan para penonton atau peserta lain. Pelajaran itulah yang kiranya dapat dipetik dalam kegiatan sketsa bersama yang dirangkum dalam sebuah pameran bertajuk "Sapaan a la Jogja" yang akan diselenggarakan di World Trade Center, Jln Jend Sudirman Jakarta, 12-15 Oktober mendatang.

Kurator Pameran Seni Lukis dan Sketsa, M Dwi Marianto, dalam acara pamitan kepada wartawan Kamis (07/10) siang di Posnya Seni Godod, membawa sekitar 600 karya lukis dan sketsa untuk mempromosikan wajah Yogyakarta yang utuh dan senyatanya. Pameran bersama yang terangkum dalam Gelar Seni dan Budaya Kota Yogyakarta (GSBY) di Jakarta tersebut, dimaksudkan untuk menumbuhkan kebersamaan antar pelukis dalam membangun wajah Yogyakarta di mata dunia.

Pengamat seni dan wartawan yang hadir di siang itu, Ipong Purnama Sidhi menyebutkan pula bahwa praktik seni rupa di Yogyakarta pada era 1990-an, ditandai pembacaan teks dalam relasi sosial politik. Menurut Ipong, kenyataan tersebut menjelma sebagai pendekatan kreasi dengan adanya pengaruh di luar seni rupa yang ikut mendukung, memberi sentuhan pengaruh kuat bagi perkembangan seni rupa Yogyakarta. Pengamat seni yang juga Direktur Program Pasca Sarjana ISI Yogyakarta itu menambahkan, karya seni yang disajikan hasil dari pola sikap estetis yang membiarkan rasa seni mengalir begitu saja untuk manifestasi jadi karya seni.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini