"Evolution of Tradition" Gabungkan Unsur Asia dan Jawa
RATUSAN KOLEKSI MODE DARI 21 DESAINER yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) Yogyakarta tampil menawan di atas catwalk sepanjang 10 meter yang digelar di outdoor Monumen Jogja Kembali pada Jumat (08/10) malam. Sorotan lampu dan beat musik yang tinggi semakin menyelaraskan dan tampak seiring dengan koleksi yang dibawakan oleh 36 model.
Mengangkat tema "Evolution of Tradition", 250 koleksi para desainer tersebut melibatkan nama-nama desainer lama yang sudah berkibar di Yogyakarta dan ambil bagian dalam outdoor session tersebut antara lain Boyonz Ilyas, Amin Hendra Wijaya, Sumarmi Arimbi, Indraty Setyawan, Michael Taruntum, Tomy Tri Wahyudi, Kristiana, Manik Puspito, Lia Mustafa, Nita Azhar, Ninik Darmawan, Dandy T Hidayat, Ramadhani serta Afif Syakur.
Masuknya mode dari Asia dari Thailand, Jepang, China hingga Timur Tengah ke Indonesia khususnya Yogyakarta menjadikan inspirasi dan dijadikan gaya yang lebih baru lagi. Beberapa perancang yang menambahkan inspirasi tersebut dalam rancangannya, Ramadhani sendiri mengambil penggabungan dua unsur spirit budaya Jawa dan Mediteran dengan nama The Spirit of Java Mediterania yang diberi sentuhan warna natural, denim, fushie hingga silver. Beberapa desainer lainnya yang ikut mengadopsi kekuatan tersebut diantaranya, Dandy T Hidayat dengan Travelling To Pasific menfokuskan diri pada busana travelling yang simple, Dina Isfandiary berupa Haiho yang menengahkan pertentangan etnis antara timur dengan barat.
Adopsi dari mode Asia bukan berarti mengambil mentah-mentah, namun bagi para desainer lebih mengambil spiritnya dan dikolaborasikan dengan spirit milik Jawa tersebut. Tambahan warna dari mode di Asia semakin memperkaya ide dan material yang akan disentuhan dengan desain yang mereka buat.
Namun tetap saja ada desainer yang masih kental dengan sumber daya berupa motif wayang, batik hingga nuansa Jawa yang dimiliki oleh Yogyakarta, di antaranya Wiwin Fitriana, Alma Riva (Reflection Plearts) yang melambangkan Dewi Sri sebagai bentuk kesuburan, Jaka Purnama (Touch of Wayang), Indraty Setyawan (Javanese Explotion), Michael Taruntum (Exotic Lurik), Manik Puspito (Lurik Nan Cantik) hinnga Tommy Tri Wahyudi dengan Prambanan Tempo Doeloe.



Kirim Komentar