"Sangat Laki-Laki" Tak Banyak Menarik Minat Publik Kampus
JIKA SELAMA INI ORANG MENGANGGAP FILM NASIONAL MULAI BANGKIT, dengan ditandai suksesnya kehadiran "Petualangan Sherina" karya Miles Production beberapa tahun lalu, maka tak heran pula jika kini film-film lokal mulai menjamur, bak cendawan di musim hujan. Setelah sukses membuat film "Dilarang Mencium di Malam Minggu, Fajar Nugross pun berhasil lagi membuat film berdurasi satu jam berjudul "Sangat Laki-Laki".
Sebenarnya film ini sudah beberapa bulan yang lalu diputar di bioskop Mataram Yogyakarta, namun nampaknya belum terlalu sukses karena kecewanya penonton yang berharap ada drama percintaan yang lain yang diharapkan pada film terdahulu. Mengapa durasi film ini bisa menjadi terlalu lama? Ada banyak hal yang bisa menjadi jawabnya, melalui acara Screening Campus to Campus, sebuah pemutaran keliling, bisa jadi karena tempatnya yang tidak nyaman, waktunya yang tidak tepat atau yang utama karena jalan ceritanya yang datar, sudah bisa ditebak akhir ceritanya dan memang menjadikan film Fajar Nugross tidak menarik lagi.
Mungkin terlalu cepat juga menjustifikasi Fajar Nugross Productin selalu membuat film yang tidak bermutu hanya karena dua filmnya gagal dinilai film bagus di pasaran. Tetapi Fajar Nugross terhitung produktif dan kaya akan cerita-cerita "anak gaul yang beruntung (juga) borju" ternyata hanya mampu menjual kisah cinta, sebuah drama percintaan picisan, tidak cerdas dan jauh dari kreatifitas dari sisi ide. Apalagi film ini diputar di Yogyakarta, sebuah komunitas yang sarat kritik dan pujian jika memang sebuah karya dinilai bagus.
Screening Campus to Campus yang disponsori oleh Lotte, Bias dan Ngapurancang, usai sudah diputar di Fisipol Universitas Atma Jaya Mrican selama dua hari pada tanggal 8 dan 9 Oktober 2004. Kelak akan diputar juga selama dua hari di Mini Theatre Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Fisipol Universitas Gadjah Mada. Dengan harapan potong harga (Rp 3.000) jauh lebih murah dibandingkan ketika diputar di Bioskop Mataram ternyata menurut salah seorang panitia yang berjaga di bagian tiket hanya ramai pada permutaran jam 10.00 Sabtu (9/10) di UAJY kemarin.



Kirim Komentar