Potret Tamansari dalam Pameran Fotografi Kurasi Nicolas Cornet

Oleh : setya hadi nugroho / Senin, 00 0000 00:00

SEOLAH TIADA HABISNYA MENGISAHKAN TAMANSARI dalam berbagai cara dan objek tutur, dan salah satunya melalui dokumentasi fotografi. Nicolas Cornet seorang fotografer professional dari Perancis-pun “jatuh hati” pada Taman Sari.

Bersama dengan beberapa perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi seperti UFO Universitas Gadjah Mada, Lens Club Universitas Sanata Dharma, Release Fotography Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Fotografi Jurnalistik FISIP Universitas Atma Jaya, dan beberapa partisipan peminat fotografi berkesempatan menimba ilmu Nicolas Cornet dengan mempelajari teknik fotografi dasar studio yang diselenggarakan oleh Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta pada 9-11 September 2004.

“Ini merupakan workshop lanjutan setelah tahun sebelumnya acara serupa diisi dengan materi Foto Jurnalistik bagi Pewarta Foto dan Prosesional yang berdomisili di Yogyakarta, kemudian dilanjutkan Daily Life Photography tentang Tamansari.” kata FG. Pandhuagie yang merupakan koordinator workshop dari majalah Gong.

Hanya ada delapan fotografer dari sepuluh fotografer yang ikut dalam workshop ini ikut serta dalam pameran bertajuk Kehidupan di Tamansari, karena adanya ketentuan deadline dalam mengumpulkan karya. Stanley Andika, Pandhuagie, Satwika Galuh, Ari Antoko, Ari Hartoko, Yanuarius Harisinthu, Sukhmana dan Ricardo de Melo adalah delapan di antaranya. Menampilkan 43 karya foto dalam rangkaian rekaman gambar hasil kurasi Nicolas Cornet dalam essay photo berupa daily life photography dengan konteks kehidupan di Tamansari.

Proses workshop yang berlangsung selama tiga hari di bulan Desember tahun lalu ini mengusung tema Arsitektur: Interior dan Eksterior, Kehidupan Masyarakat: Anak-Anak, Remaja, Orang Tua, serta Tamansari dalam konteks Seni Pertunjukan. Yang kesemuanya bertujuan untuk mengangkat keberadaan Tamansari baik sebagai sebuah situs cagar budaya maupun sebagai ruang publik dan masyarakat pra renovasi dan renovasi fisik tahun 2004.

“Kalau beberapa di antara keindahan Tamansari justru nampak adanya kerusakan dan ketidakindahan Tamansari, sebenarnya pameran foto ini juga mempunyai tujuan dokumentasi, tujuannya supaya publik tau keadaan Tamansari sebelum direnovasi seperti sekarang.” lanjut Pandhu di sela-sela pembukaan pameran.

Pameran yang telah dibuka pada 18 Oktober lalu oleh Aude Emeline Loriot, direktur LIP Yogyakarta yang baru menggantikan Melanie Martini ini ternyata banyak sekali dihadiri pengunjung dan akan berlangsung hingga 29 Oktober mendatang. Wajah-wajah fotografer pemula dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta nampak di sana untuk mengapresiasi essay foto ini. Pameran ini merupakan sebuah usaha untuk memberikan konsep fundamental menuju program aspiratif dan variatif. Sebagai salah satu situs yang kini direvitalisasi menjadi ruang publik yang multi dimensi dengan sektor pariwisata sebagai andalannya.

Sebuah pameran yang mencoba melihat lebih dalam perilaku keseharian, spiritual dan estetis guna menghidupkan kembali bangunan yang kini beberapa bagiannya telah direnovasi.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini