LIP Gelar Bulan Film Dokumenter November 2004

Oleh : setya hadi nugroho / Senin, 00 0000 00:00

BULAN NOVEMBER MENDATANG CUKUP DINANTIKAN OLEH PENGGEMAR DAN PEMBUAT FILM DOKUMENTER karena Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Yogyakarta menyelenggarakan bulan film dokumenter sebagai acara tahunan yang dimulai sejak tahun 2000 dan menjadi tempat berkumpulnya 400 rekanan, para tokoh yang terlibat dalam penciptaan, produksi dan penyebaran film dokumenter tersebut, serta semua pihak yang giat berjuang untuk menemukan karya yang berkualitas.

Bulan film dokumenter ini bertujuan untuk memperluas publik film dokumenter dan juga untuk menjalin dialog antara para penulis cerita dokumenter tersebut dengan para penonton karyanya. Kali ini bulan film dokumenter terasa sebagai saat yang tepat untuk menikmati sinematografi dari berbagai kebudayaan yang berbeda dan menjawab pertanyaan bagi mereka yang ingin bertanya tentang dunia dan lingkungannya, melihat karya-karya unik atau juga usaha untuk mengikuti jejak dan pergulatan pencipta film dalam pembuatan film.

Delapan film akan diputar dalam 5 hari selama 8 November 2004 hingga 12 November 2004. Sebagian besar memang masih didominasi oleh karya-karya sutradara asal Perancis, seperti misalnya Raymond Depardon yang mengangkat tema petani. Dengan film berjudul Profils Paysans, yang menekankan pandangannya sebagai sineas pada dunia yang terlupakan, yaitu Lozere, daerah pegunungan di Perancis yang banyak terdapat pengolahan tanah pedesaan secara kecil-kecilan yang akan membawa kita masuk dalam keakraban suasana pertanian yang masih maupun sudah tidak aktif lagi. Pengambilan gambar minimalis yang harus dilakukan sang sineas memperlihatkan kepapaan dan kesendirian manusia yang nampak menunjol karena kebisuan keadaan orang-orang yang menjadi objek filmnya tidak pernah berubah.

Sineas lainnya yang ikut serta dalam bulan film dokumenter ini adalah Pierre Carles yang mengangkat permainan perang melalui Sosiologi dengan judul filmnya La sociologie est un spotr de combat. Sineas yang tak kalah menariknya adalah Marc Jampolsky yang memberi judul Le Tresor de la jonque engloutie (harta karun kapal tersembunyi-red). Menceritakan tentang permintaan Sultan Brunei, Michel L’Hour memulai pencarian sebuah kapal laut abad ke 15. Sebuah peninggalan yang sangat penting dari Cina Selatan, yaitu pengangkut dari 6000 samapi 15.000 porselen cina, vas Vitnam dan Thailand. Babad pergerakan penggalian yang membawa kita ke masa lalu, tatkala para pelaut Asia menguasai laut dan melahirkan kerajaan-kerajaan sejati.

Hari terakhir akan menjadi sebuah pesta besar selama bulan film dokumenter ini karena akan menayangkan 4 film sekaligus dari dua sutradara Mahmoud Hussein dan Philippe Calderon yang menceritakan tentang Saudi Arabia. Dari dongeng kisah seribu satu malam hingga ilmu pengetahuan tentang astromoni yang memandang langit merupakan buku terbuka yang dikembangkan oleh Arab. Para peneliti Arab telah memperlajari dan menerjermahkan tulisan-tulisan Yunani kuno dan Persia dalam hal filosofi, kedokteran dan matetika.

Seluruh publik diundang untuk menyaksikan karya-karya sineas melalui karya film dokumenternya di Auditorium Lembaga Indonesia Perancis tanpa dikenai kompensasi apapun.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini