Wanita-wanita Totok Sudarto dalam "Kembali pada Rasa"

Oleh : Argo Jatmiko Mulyo / Senin, 00 0000 00:00

KARYA SENI TIDAK JAUH DARI PERWUJUDAN PERJALANAN HIDUP seseorang yang telah diisi si pencipta-Nya. Dari setiap perjalanan hidup yang telah dilaluinya dari waktu ke waktu selalu dialami dengan peristiwa yang berbeda-beda sehingga banyak pengalaman batiniah yang sempat direkamnya ke dalam bahasa bentuk sebagai visualisasinya. Bentuk visualisasi dari karya seni merupakan salah satu unsur yang paling penting di dalam kebudayaan, sebab melalui seni manusia memperoleh saluran untuk mengekspresikan pengalaman rasa serta ide yang mencerdaskan kehidupan batinnya.

Dari tinjauan karya-karyanya, khususnya dengan menangkap secara tersirat melalui bentuk, judul, suasana harmoni yang teramat liris disajikan melalui karya-karyanya dalam pameran bertema "Kembali Pada Rasa" di Balai Roepa Tembi, Jl. Parangtritis Km. 8,4 Bantul Yogyakarta. Dia adalah H. Totok Sudarto, seniman yang teguh pendiriannya, menampilkan banyak gagasan, ide serta pengucapan rasa hatinya yang dalam. Perubahan dan perbedaan setiap karyanya menjadikan subject matter atau ide dan gagasan kreatifnya.

Pameran tunggal “Kembali Pada Rasa” yang resmi dibuka oleh Suryanto Sastroatmodjo (budayawan) 22 Oktober lalu dan digelar hingga 21 November 2004 tersebut, tampak sebagai formulasi title yang sederhana namun problematis. Sederhana karena menggunakan bahasa yang mudah dimengerti maknanya dan tidak memberi kesan genit. Problematis karena ujung yang ditempuh menuju wilayah abstrak, ialah rasa, yang semua orang memilikinya, namun berbeda-beda.

Di tengah rimba perupa, sosok Totok memang belum begitu dikenal, karena memang sesungguhnya dia bukan pelukis sebagaimana banyaknya pelukis, yang mengkhususkan diri belajar melukis baik formal maupun informal. Kurang lebih 20 karya dihadirkan dengan dominasi suguhan objek wanita dalam pameran tunggal tersebut. Segala permasalahan yang muncul dari awal sampai akhir kebanyakan berkaitan dengan wanita. Sosok wanita yang menarik perhatian dari Totok adalah kepolosan, keterbukaan, kasih sayang, keindahan dan kejujuran dari seorang wanita.

Banyak lukisan ayng dikerjakan walaupun pengalaman berpameran ia sadari baru sedikit. Mengamati karya lukis Totok, seperti ”Kasih Sayang”, “Tukang Tambal”, “Kasih Ibu”, “Transparan” dan sebagainya dengan berbagai ukuran, penikmat dihadapkan pada penampilan warna-warna yang kuat dan segar. Sapuan warnanya hadir tercipta dari sentuhan penuh imajinasi, yang menimbulkan kesan warna yang dinamik, dengan disertai adanya gradasi.

Susunan objek Totok dihasilkan oleh adanya garis yang unsur-unsurnya bergerak berirama, dan terdapat keterpaduan tekstur semu yang diakibatkan oleh sapuan spontan yang ekspresif namun menimbulkan terobosan nilai tersendiri, serta keselarasan bentuk yang hadir terjadi karena adanya warna dan garis yang disajikan dengan mengatur komposisi yang harmonis yang memberi kesan statis maupun dinamis.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini