Televisi Lokal Harus Bangun Citra Yogyakarta

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

WACANA PUBLIK TENTANG TELEVISI LOKAL YANG SEDANG MARAK DI JOGJA terus menjadi bahan yang hangat dan menarik sehingga terus-menerus disorot oleh berbagai pihak yang mempunyai kepentingan di dalamnya. Diskusi publik yang dimotori oleh Badan Pengelolaan Daerah (Bapelda) DIY menghadirkan pembicara I Gedhe Ngurah Putra Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, Pengusaha Televisi Lokal serta dimoderatori oleh Masduki Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jogjakarta di Gedung Bapeda DIY.

Ngurah Putra mengatakan bahwa citra Jogjakarta sebagai kota pendidikan dan budaya dapat terus dipertahankan jika program yang disiarkan mencerminkan kenyataan dan harapan Jogjakata sebagai kota budaya dan wisata. Mengomentari mengenai segi pemberitaan dan program acara yang disiarkan, menurut Ngurah Putra, profesionalisme dengan sikap kritis, menjunjung kebenaran moral dan etika dalam menyiarkan berita harus tetap jadi acuan utama.

Sementara menurut Tri Gunawan Ketua Komite Penyiaran Indonesia (KPI) Kota Jogjakarta bahwa Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang menentukan DIY mendapatkan 14 kanal frekuensi dengan 2 kanal diperuntukkan bagi transmisi televisi digital. Sedangkan 12 kanal yang lain, 10 kanal dipakai oleh televisi swasta dari Jakarta dan 1 kanal untuk TVRI. Tinggal satu kanal lagi yang tersisa untuk televisi swasta. Ketentuan tersebut dapat menghambat perkembangan televisi lokal dan perlu dicari penyelesaiannya setelah melihat perkembangan pesat televisi swasta baru di Jogja berjumlah 3 buah dan beberapa stasiun televisi lokal yang akan menyusul.

Melihat celah-celah penerapan otonomi daerah untuk terus mengembangkan potensi daerah, tentunya menjadi salah satu kesempatan bagi pengusaha lokal untuk ikut ambil bagian. GBPH Prabukusumo mengungkapkan bahwa hadirnya televisi lokal di Jogjakarta jangan hanya dipandang sebagai kesempatan untuk menanamkan investasi untuk jangka panjang, tapi juga perlu memikirkan potensi budaya dan wisata yang menjadi tumpuan dan aikon Kota Jogjakata.

"Potensi ini sebenarnya menjadi daya tarik sendiri untuk memberikan masukan pada program acara yang akan disiarkan apalagi Jogjakarta masih menjadi rujukan untuk kota lainnya sebagai starter dalam setiap perkembangan apalagi mengenai kebijakan lokal yang mengatur mengenai kemajuan televisi lokal," ungkapnya kepada wartawan.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini