Birokrasi Pariwisata Belum Cerminkan Pariwisata sebagai Sektor Unggulan
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) DPD DIJ Stef B Indarto mengatakan pihaknya merasa kecewa dengan birokrasi pariwisata yang ada saat ini. Hal ini diungkapkan Stef ketika ditemui wartawan di Balaikota Jogjakarta Kamis (28/10) siang.
Pihaknya kecewa karena kondisi birokrasi pariwisata saat ini belum bisa menghargai pariwisata sebagai sektor yang bisa menjadi unggulan dibandingkan sektor-sektor lain. Birokrasi yang ada saat ini dinilai Stef hanya memandang pariwisata sebagai bagian yang sama dengan bidang atau sektor-sektor lain.
"Salah satu hal yang mencerminkan bahwa birokrasi pariwisata tidak akan bisa profesional menangani pariwisata adalah pergantian birokrat pariwisata yang terlalu cepat sehingga hal ini menyebabkan perkembangan pariwisata menjadi mundur lagi karena birokrat pengganti tersebut harus mulai belajar dari awal," tukasnya. Kondisi ini, bagi Stef telah menjadi kendala di bidang pariwisata.
Menyoroti pemilihan menteri pariwisata yang dipandang tidak sesuai dengan kapasitasnya bahkan dipandang tidak dikenal oleh para pelaku pariwisata, Stef tidak memungkirinya. "Seharusnya pemerintah mulai menyadari keberadaan pariwisata sebagai sektor yang potensial dan menindaklanjuti dengan pembentukan birokrasi pariwisata yang profesional dan lebih spesifik dalam kinerjanya.
Hal tersebut harus dilakukan dengan cepat, tentunya sejalan dengan perkembangan dunia pariwisata baik nasional maupun internasional. "Percuma saja pemerintah menganggap pariwisata sebagai sektor unggulan namun ternyata kondisi birokrasi yang diciptakan tidak bisa menunjang pariwisata dengan baik," lanjutnya.



Kirim Komentar