Tes Urine Tak Jamin Siswa SMA Bebas Narkoba

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

TES NARKOBA MELALUI URINE DARI RIBUAN SISWA SMA DI KOTA YOGYAKARTA secara acak untuk 50 sekolah memang tidak terbukti positif. Namun sangat disayangkan karena tes yang digunakan untuk mengindikasikan hal tersebut hanya bagi pengguna amphetamine dan morphine. Jika dilihat dari harga dari kedua kelas tersebut maka tergolong mahal dan hanya dapat dikonsumsikan oleh kalangan tertentu.

Kepada wartawan Kamis (3/11) siang, dr Bambang Eko Broto, SpPK dari RSUD Wirosaban Yogyakarta setelah melakukan paparan hasil tes narkoba di Balaikota Yogyakarta, kedua tes baik amphetamine dan morphine tergolong tes dengan harga terjangkau terhitung satu tes hanya seharga Rp 30 ribu. "Uji Amphetamine sebenarnya digunakan untuk mengindikasikan seseorang apakah mengkonsumsi sabu-sabu, extacy dan cocaine. Sedangkan pengguna morphine dan heroin dapat dilacak dengan uji opiate," lanjut Bambang.

Sehingga bukan suatu hal yang signifikan jika ribuan siswa tersebut tidak ada yang menggunakan narkoba untuk tingkat SMU. Anggapan tersebut dapat dibenarkan apalagi jika terdapat kebocoran mengenai uji urine bagi pengguna narkoba ke sekolah-sekolah bisa saja gagal. "Untuk pengguna narkoba jika puasa selama 2 hari sebelum di tes, maka hari H-nya maka hasil yang muncul pasti negatif. Bisa pula saat dites hasilnya positif tidak harus selalu pengguna narkoba karena ada obat yang diberikan dokter untuk mengatasi depresi maupun anti kejang," lanjutnya.

Bambang tidak menutup mata jika tes yang digunakan adalah tes Cannabinoid (ganja dan marijuana), tes Benzoiazepiness (pil koplo) untuk para pelajar bisa menampilkan hasil yang berbeda dengan tes sebelumnya. "Saya tidak bisa mengatakan apa-apa jika pemerintah daerah menggunakan uji amphetamine dan morphine untuk mengetahui apakah siswa tersebut menggunakan narkoba atau tidak,"

Untuk tes yang melibatkan indikator ganja, marijuana dan pil koplo sebenarnya bisa mencapai Rp 150 ribu untuk setiap kepala, menurut Bambang, menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemda untuk menyediakan dana ratusan juta rupiah jika hanya untuk mengatakan kepada publik dan orang tua dari luar kota maupun daerah bahwa "Yogyakarta Bebas Narkoba".

Dalam tes urine itu juga ditemukan error sampling berupa rusaknya alat ukur dan secara sengaja mencampurkan atau menggantinya dengan air kedalam alat ukur tersebut. Bisa jadi tes yang digunakan mengalami keterbatasan dana sehingga tidak maksimal atau mungkin siswa yang dites lebih canggih dibanding dengan tes-nya sendiri.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini