Pos Operasi Ketupat Progo 2004 untuk Lebaran 1425 H
Sejak H-7 atau Minggu (7/11) kemarin, Polisi Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai membangun pos operasi pelayanan kemanusiaan yang berkaitan dengan arus mudik Lebaran dengan nama POS OPERASI KETUPAT PROGO 2004. Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes (Pol) Gatot mengatakan bahwa titik berat operasi ini adalah tindakan preventif dari pihak kepolisian dan pengamanan untuk Hari Raya Idul Fitri 1425 H diawali dengan arus mudik.
Selain tindakan preventif, pihak kepolisian juga mengambil tindakan represif terhadap anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran atau tindak pidana apalagi dianggap dapat mengganggu kelancaran kegiatan Idul Fitri.
"Bagi pelaku tindak pidana yang mengambil kesempatan dalam kegiatan masyarakat ini tentunya akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku," tukasnya kepada wartawan di Kepatihan Senin (8/11) siang. Gatot juga mengatakan bahwa tindakan hukum yang diberikan di antaranya berupa penyitaan terhadap barang yang digunakan dalam pelanggaran dan pelanggarnya serta tindakan tegas bagi para pelanggar lalu lintas di jalan raya.
"Untuk Operasi Ketupat Progo 2004 ini melibatkan seluruh jajaran Polda DIY sebanyak 3.561 personil dan juga unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pramuka, Dinas Perhubungan, Organda, Dinas Kesehatan hingga unsur potensi masyarakat" lanjutnya. Operasi ini dilaksanakan dengan pola khusus untuk melaksanakan kegiatan pengamanan di Idul Fitri di seluruh wilayah DIY.
Pengamanan dilaksanakan selama 16 hari, sejak hari H-7 hingga H+7 atau 22 November 2004. Tempat-tempat yang akan mendapatkan perhatian khusus, adalah jalur mudik baik darat maupun udara, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, tempat dilaksanakan takbir keliling hingga pemukiman atau perumahan yang ditinggal mudik. Kegiatan pengamanan tersebut dilakukan dengan patroli secara bergantian dalam dalam jeda waktu yang tidak lama.



Kirim Komentar