Sistem Buka-Tutup Antisipasi Lalu Lintas Macet
SEJAK PUKUL 08.00 WIB, JUMAT (12/11), LALU LINTAS KOTA JOGJA sudah mulai terlihat padat dengan kendaraan yang keluar-masuk, atau sekedar lewat saja. Data Dinas Perhubungan (Dinhub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menunjukkan indikasi kenaikan arus kendaraan yang memang tidak dapat dihitung jumlah satuan, namun dilihat dari padatnya antrian yang terjadi di setiap perempatan atau traffic light pada pintu-pintu masuk Yogyakarta.
Menurut Suparman, staff Dinhub DIY di Kantor Dinhub Babarsari, akses kendaraan yang masuk ke Yogyakarta, sangat mencolok terlihat dari Solo dan Klaten (arah timur), Purworejo (arah barat) serta Semarang dan Magelang (arah utara). Kepada GudegNet, Suparman menambahkan bahwa dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1425 Hijriyah, kendaraan luar kota yang melintas Yogyakarta disarankan untuk tidak melalui jalur kota untuk mengurangi kepadatan yang ada.
"Jika mereka tidak ada sangkut-pautnya atau keperluan di Yogyakarta, untuk mengurangi arus kepadatan di dalam kota maka diarahkan melalui jalur ringroad kota Yogyakarta," ungkapnya. Sementara itu, antisipasi kemacetan di dalam kota sendiri, Dinas Perhubungan akan melihat situasi terlebih dahulu untuk menanganinya.
Salah satu alternatif yang diakan diambil jika terjadi kejenuhan dan kemacetan dalam beberapa detik saja untuk setiap traffic light maka diberlakukan sistem buka tutup. Bisa berupa pengalihan jalan pada jalur alternatif kota atau bisa juga dengan mematikan lampu lalu lintas yang langsung dikendalikan oleh petugas di lapangan untuk memberikan waktu kepada ruas jalan yang padat dalam mendapatkan porsi waktu yang lebih banyak untuk didahulukan.
Prediksi puncak arus mudik, menurut Suparman, iring-iringan kendaraan dari luar kota baik yang masuk dan atau hanya lewat akan terjadi sepanjang hari Sabtu. Prediksi yang jatuh pada esok hari tersebut dilihat dari jadwal libur kantor yang ada di kota-kota besar di Jawa.
"Orang kantoran rata-rata baru libur pada hari Sabtu karena hanya 5 hari kerja, terutama Jakarta. Seharusnya mereka sudah berangkat pada Jumat sore atau siang untuk mengantisipasi kemacetan di jalur Pantai Utara maupun Selatan," ujarnya. Selain itu, jika baru berangkat petang hari, maka para pemudik akan ketinggalan untuk takbiran di kampung halaman dan sholat Ied di pagi harinya.



Kirim Komentar