(Body Art) Pandangan Negatif terhadap Makna Tattoo

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

TATTOO MEMILIKI BERAGAM MAKNA yang tak lepas sepenuhnya dari pandangan negatif yang identik dengan suatu kelompok berandalan atau preman. Perspektif negatif ini memang tidak bisa hilang begitu saja dari masyarakat. Hal tersebut diakui oleh seorang pekerja tattoo Agung Wiratmo dari Eternity Tattoo Parlor.

Namun menurut Agung, common sense yang masih bertahan ini, akhirnya dikembalikan kepada keputusan dan pemahaman personal. Tattoo saat ini sudah menjadi alternatif cara untuk menikmati hidup. Kata lifestyle atau gaya hidup bisa dilakukan dengan tattoo yang sesuai keinginan seseorang.

Saat ditemui di Studio Eternity yang terletak di Jalan Gejayan Gg Hortensia CT X/01 (Selokan Maratam), Agung menambahkan, posisi tattoo saat ini sudah tidak hanya melambangkan suatu komunitas saja tapi bisa sebagai bentuk apresiasi seseorang terhadap sesuatu yang menurutnya patut diabadikan dalam gambar dengan meletakkannya di kulit.

“Beberapa orang datang ke sini untuk dibuatkan tattoo yang sama, berarti mereka satu kelompok. Ada juga yang datang untuk tattoo sesuai dengan logo yang dimiliki oleh band tertentu yang diidolakannya,” ungkapnya. Usaha untuk menambahkan kepercayaan diri seseorang, menarik perhatian seseorang, bentuk kenangan suatu peristiwa yang dialami dengan media tattoo

“Banyak sekali motivasinya, ini sudah jadi tren yang sedang digandrungi oleh generasi muda,” tuturnya. Menyinggung kembali mengenai dampak negatif yang akan diberikan oleh masyarakat kepada pemilik tattoo, bagi Agung, tidak perlu dirisaukan, bahkan hingga menjadi ketakutan tersendiri.

“Mau pasang tattoo itu terserah masing-masing orangnya, yang penting bagaimana dia berada di tengah-tengah masyarakat. Toh, melihat orang bukan dari tattoonya yang menempel di lengan tapi sikap sehari-hari,” terangnya. Masa lalu tattoo sebagai image preman terus bertahan namun sekarang sudah seperti aksesoris ketika melihat seseorang menggunakan kacamata atau jam tangan.

Tarif yang diberikan oleh Eternity Tattoo Parlor bervariatif tergantung keinginan calon pelanggan. Untuk tattoo permanent minimal Rp 50 ribu, sedangkan temporary minimal Rp 150 ribu. Beberapa bentuk pelayanan tattoo lain yang diberikan oleh Agung dan teman-teman berupa cover up, tribal dan celtic.

Cover up atau menutup tattoo lama dengan pola dan bentuk yang lebih besar diberi tarif minimal Rp 100 ribu, untuk gambar baru sendiri seharga Rp 150 ribu. Tattoo celtic yang dikenal dengan bentuk tali-tali tradisional dari bangsa viking hanya seharga Rp 80 ribu.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini