Kejurnas Libama Divisi 1: Mikroskil Medan dan UNJ Boyong Juara Pertama
Tim putra Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK Mikroskil) Medan akhirnya menggodol gelar juara pertama "Kejurnas Libama Divisi 1" setelah berhasil menang telak atas lawan mereka Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung dengan skor akhir 88-48 dalam duel final yang berlangsung panas (22/12) di GOR Among Rogo.
Sebagai tim unggulan di pool B, Mikroskil yang pada perebutan tiket final Selasa lalu (21/22) berhasil mengalahkan UMS Solo dengan skor akhir 53-28, pada pertandingan semalam telihat lebih percaya diri dibanding UNPAR. Unggul jauh sejak quarter pertama, Robert sang kapten dan Riki, Agus, Vavories serta Jeffry sebagai starting five lebih banyak memegang bola. Pada turun minum, mereka melesat jauh 55-20 atas Arief, Yopie, Eric, Steve, Aga, Zam-zam, Adiet, Yocky dan Frans.
Berlanjut di quarter ketiga, anak asuhan Dani Kosasih tersebut kembali menekan lawan sedemikian rupa tanpa memberi kesempatan mencetak poin lebih banyak. Lemparan-lemparan bola three point pun banyak dicetak Robert, pemain bernomor punggung 5. Perolehan angka mereka semakin jauh meninggalkan anak asuhan Daniel pada quarter tersebut (75-33). Hingga peluit tanda usai dibunyikan, Mikroskil tetap tak tergoyahkan dan menang telak.
Kemenangan tersebut disambut gembira oleh Dani Kosasih. Ditemui GudegNet seusai pertandingan, pelatih yang pernah berkutat di bidang pelatihan nasional tersebut mengaku puas dengan hasil yang dicapai anak asuhannya. Dengan demikian selama dua bulan lebih mereka berada di pulau Jawa dalam kompetisi perebutan tiket ke divisi utama nasional musim 2005 mendatang, mereka dapat memberikan hasil maksimal karena telah terlatih secara baik.
Kekompakan yang ditunjukkan oleh anak asuhannya tersebut juga merupakan pengaruh kebersamaan bersama selama hampir setahun terakhir ini, ketika mereka semua bersama-sama berada dalam satu mess. Karena itulah timbul rasa sepenanggungan yang membuat mereka jadi satu tim yang cukup solid. "Jadi masalah perbedaan persiapan saja yang akhirnya memenangkan kami," ungkap Dani merendah. Selain itu, program pelatihan yang tertata baik menjadi salah satu faktor penentu kemenangan tersebut." Tanpa pembuatan program latihan sejak awal, baik fisik maupum teknis semua ini tidak mungkin berhasil, papar dani
Yang menjadi koreksi Dani dalam kompetisi di kota Gudeg ini hanyalah masalah teknis lapangan. "Ring yang dipasang terlalu mepet dengan luas lapangan sehingga para pemain jadi kurang leluasa," akunya. Diharapkan Dani, koreksi tersebut dapat diperbaiki pada kompetisi selanjutnya.
Sementara pada pertandingan tim putri, gelar juara pertama dipegang oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) setelah menang tipis atas Univeritas Parahyangan Bandung dengan skor akhir 40-39. Kemenangan tersebut didapat Dennis, Sany, Fatimah, Ariyani, Geraldine dkk setelah perjuangan keras mereka yang pada quarter kedua kalah terlebih dahulu 16-32.



Kirim Komentar