Keberadaannya sebagai salah satu agenda tahunan yang ada di Kota Ygyakarta, Seni
Kebangkitan Rakyat (SKR) merupakan salah satu kegiatan penanda yang mempunyai
peranan penting dalam konteks pertumbuhan seni dan budaya terhadap perkembangan
sosial-politik di negeri ini terutama terhadap gejolak yang bermula dari yogyakarta
dengan Malioboro sebagai pusat dinamikanya. Hal ini tak bisa lepas dari citra
Kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Kota Pendidikan. Kedua predikat itu tak
dapat dipungkiri telah secara konkrit bermuara dalam realitas keseharian di Malioboro.
Seni bukan bukan hanya pesona yang sekadar menjadi daya ekspresi gejolak perasaan individual semata, tetapi juga merupakan daya pikat yang sekaligus menjadi salah satu leburan terbentuknya citra pesona Malioboro hingga saat ini.
Pada tahun 2005 ini, Malioboro Classical bekerjasama dengan berbagai pihak, kembali
menyelenggarakan Seni Kebangkitan Rakyat #6 sebagai suatu bentuk ekspresi seni
terkini dari berbagai latar perkembangan peristiwa sosial politik yang actual
baik yang bergulir di jantung Kota Yogyakarta, Malioboro yang hingga saat ini
masih menjadi muara bertemunya wujud nyata berbagai lingkup aspek kehidupan seperti
sosial, pendidikan, politik, ekonomi, pariwisata dan lain sebagainya maupun berbagai
perkembangan peristiwa sosial aktual lainnya yang layak dan perlu untuk direspon
oleh seluruh masyarakat negeri ini hingga seluruh penjuru dunia.
Maka mulai tanggal 21-24 Mei 2005, melalui 3 titik lokasi disepanjang jl. Malioboro
(Hal. Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Hal. Gedung DPRD Prop. DIY dan Kompleks Kepatihan
Danurejan), akan diselenggarakan 5 lingkup kegiatan seni (Seni Tradisional Kreatif/Hal.
Hotel Inna Garuda, Film Indie dan Musik Indie/Hal. Gedung DPRD Prop. DIY serta
Pameran Kerajinan dan Pameran Seni Rupa/Kompleks Kepatihan Danurejan. Pembukaannya
akan diawali dengan Carnival seni dan atraksi BMX, Skateboard, dan Sepeda Onthel
(JOC-Jogja Onthek Club) dari Hotel Inna Garuda menuju Kompleks Kepatihan Danurejan
dari pukul 15.00-16.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi
oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.



Kirim Komentar