Seni Serat ala Rika dalam "Sebelum dan Sesudah"

Oleh : Donum Theo / Senin, 00 0000 00:00

Kali ini, di Galeri Kedai Kebun Forum (KKF), Jl. Tirtodipuran no. 3 Yogyakarta, Caroline Rika Winata, seniman tekstil jebolan Kriya Tekstil ISI Yogyakarta, memamerkan karya tekstil dengan teknik celup ikat. Rika sangat antusias dengan teknik ini karena menurut dia seperti main tebak-tebakan, hasilnya tidak bisa diduga. Pamerannya akan dibuka pada hari Minggu, 10 Juli 2005 dan berlangsung hingga hari Kamis, 4 Agustus 2005. Sebelumnya juga akan digelar Workshop Celup Ikat & Hairstylish (6-7 Juli 2005) di KKF.

Dalam khasanah pertekstilan di Indonesia, teknik celup ikat bukan jenis teknik baru. Di Jawa, motif hasil teknik ini disebut jumputan. Motif ini sangat "kuno" dalam artian motif ini dikenal sejak era raja-raja dulu dan kain-kain bermotif jumputan digunakan dalam segala macam peristiwa adat. Saat ini dalam peristiwa sehari-hari kita melihat kain berwarna merah putih yang dililitkan sebagai ikat pinggang orang tua pengantin Jawa (sindur) motifnya dibuat dengan teknik ini.

Sekitar tahun 80-90 an pernah sangat populer dengan kain yang berjuluk sasirangan, yaitu kain hasil pencelupan teknik ikat tertentu yang menghasilkan motif-motif horisontal, vertikal, atau diagonal. Motif sasirangan ini dikenal dari Banjarmasin, Kalimantan. Motif sasirangan sangat populer dan kemudian oleh Pemda Banjarmasin, bahan bermotif sasirangan dipromosikan sebagai bahan pakaian resmi pemerintahan setempat. Motif ini kemudian populer di Jawa dan juga dianggap bergengsi. Sehingga kain bermotif ini banyak digunakan misalnya sebagai blazer (semacam jas untuk perempuan) dan hem safari (untuk para pria).

Rika, kecuali memamerkan kebolehannya menghasilkan motif-motif yang beraneka ragam, rencananya ia juga memamerkan karyanya yang lain, di mana teknik dan bentuk hanyalah medium komunikasi. Dia telah mengumpulan ratusan BH dan celana dalam bekas yang siap diolah menjadi sesuatu. Dalam konteks wacana modern, Rika dengan kegiatannya yang lain itu, kemudian digolongkan sebagai seniman (serat) bukan pengrajin kain biasa. Hasil karyanya kemudian dipercaya sebagai karya seni dan bukan barang kerajinan.

Rika adalah tipikal anak muda yang mempunyai banyak keinginan. Kecuali ingin eksis sebagai seniman, ia juga masih memupuk keinginan menjadi pengrajin (yang kaya). Pada bulan Mei dan Juni lalu, ia diundang ke Australia untuk membuat workshop bersama anak-anak sekolah setingkat SMP. Menjelang keberangkatannya ke Australia, pikirannya terbagi-bagi, kecuali menyiapkan segala hal sehubungan dengan workshopnya itu, ia harus tetap berkonstrentasi dengan pamerannya di Kedai Kebun, selain itu ia masih memikirkan penjualan produk-produk terapannya seperti tas, rok, sarung, dll, yang sementara ini diakuinya mandeg.

Di luar persoalan kerja ia juga tidak ingin kehilangan waktu kongkow-kongkow ngobrol ngalor ngidul dengan teman-temannya. Dua minggu menjelang pamerannya, Rika menawar, "Saya tidak sempat berkarya, saya pameran kain saja ya?" Pikiran yang berubah-ubah dan campur aduk ini secara umum adalah problem yang selalu mengemuka dalam perbincangan mengenai anak muda yang dibingungkan antara "keinginan" dan "kebutuhan" ketika menerima serbuan berbagai macam tawaran yang hadir secara bersamaan.

Pameran ini rencananya dilangsungkan Maret tahun lalu tapi selalu ia tunda dengan alasan tidak siap. Di luar semua kegagalan mengelola waktu dan diri, Rika telah menghasilkan sesuatu.

Rika kemudian menjuduli pamerannya "BEFORE and AFTER". Judul memunculkan alusi pada acara-acara reality show di televisi, seperti MTV Make Over, The Swan, dll. Judul ini mengarah pada workshop teknik celup ikat yang dilangsungkan menjelang pembukaan pamerannya. Kecuali itu, hadir Boy, seorang mahasiswa ISI yang fasih mencukur rambut. Boy siap mempermak rambut siapa saja.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini